728 x 90

Din Syamsudin dan Masa Depan KAMI

Din Syamsudin dan Masa Depan KAMI

Oleh : Tony Rosyid (Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa) Bicara Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), tidak lepas dari sosok tokoh kharismatik dan santri alumni Ponpes Gontor, Prof Dr Muhammad Din Syamsudin MA. Secara historis, mantan Ketua MUI dan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu termasuk paling awal (assaabiquunal awwaluun) yang merintis gerakan, sebelum akhirnya lahir nama

Oleh :

Tony Rosyid

(Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa)

Bicara Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), tidak lepas dari sosok tokoh kharismatik dan santri alumni Ponpes Gontor, Prof Dr Muhammad Din Syamsudin MA. Secara historis, mantan Ketua MUI dan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu termasuk paling awal (assaabiquunal awwaluun) yang merintis gerakan, sebelum akhirnya lahir nama KAMI.

Semula ada 9 tokoh yang belakangan dikenal dengan 9 tokoh oposisi. Mereka adalah Din Syamsudin, Habib Rizieq Syihab, Abdullah Hehamahua, Emha Ainun Najib, Rizal Ramli, Refly Harun, Rocky Gerung, Kiyai Najih Maemoen dan Said Didu. Kepada 9 tokoh ini, Din Syamsudin merajutnya, melakukan komunikasi intens untuk menyamakan visi dan langkah.

Rapat perdana dan akan jadi sejarah KAMI, diadakan di rumah Rizal Ramli. Sebanyak 5 dari 9 tokoh hadir dalam rapat sangat terbatas itu yang membahas gerakan moral ini. Sekali lagi, gerakan moral, bukan gerakan politik. Karena KAMI ini dilahirkan sebagai gerakan moral. Bukan menjadi lokomotif untuk politik praktis, apalagi partai politik. Tidak!

Dalam perkembangannya, hadirlah tokoh-tokoh lain untuk ikut bergabung. KAMI adalah organisasi terbuka. Bagi siapa saja yang cinta negeri dan tanah air ini diberi ruang untuk bergabung. Termasuk para agen intelijen yang ingin belajar moral. Syaratnya satu: punya visi menyelamatkan masa depan Indonesia.

Belakangan, nama KAMI ditempelkan di gerakan ini dan sekarang sedang populer. Nama KAMI berawal dari usulan Ustadz Abdullah Hehamahua. Hasil ijtihadnya selama berbulan-bulan dari mantan penasehat KPK itu, akhirnya diterima secara aklamasi.

Dalam perkembangannya, KAMI membesar. Rakyat menyambutnya dengan sangat antusias. Merasa ada kendaraan untuk menyuarakan kebenaran secara bersama-sama meski tetap harus menghadapi hambatan dan sejumlah persekusi. Semakin dihambat dan banyak persekusi, KAMI akan makin dikenal dan membesar.

Performence Din Syamsudin yang humble dan penuh senyum membuat KAMI relatif mudah masuk ke hati rakyat. Sikap dan senyum yang natural. Ini penting berkaitan dengan psikologi publik. Pengalaman organisasi dan kemampuan intelektual Guru Besar UIN Jakarta ini diyakini mampu membawa KAMI untuk hadir tidak saja elegan, tapi efektif sebagai sebuah gerakan moral.

Din Syamsudin tidak sendiri, belakangan ada sejumlah tokoh yang ikut bergabung. Diantaranya adalah Rachmat Wahab dari NU dan Gatot Nurmantyo dari militer. Bersama Din Syamsudin, Keduanya didaulat sebagai Presidium.

Presidium ini diback up oleh tokoh-tokoh besar seperti Abdullah Hehamahua, Bachtiar Nasir, Refly Harun, Said Didu, Rocky Gerung, Chusnul Mar’iyah, Kiyai Abdul Rasyid Abdullah Syafi’i, Prof Anthony dan lain lain.

Meski Emha Ainun Najib, Rizal Ramli, KH Najih Maemoen, KH Sobri Lubis (Ketua Umum FPI), Ustadz Yusuf Martak (Ketua GNPF), Ustadz Slamet Ma’arif (Ketua PA 212) tidak berada di dalam struktur KAMI, mereka tetap mendukung, selama KAMI konsisten menjadi gerakan moral.

Dengan pola gerakan yang soft dan komposisi para tokoh yang cukup ideal ini, Din Syamsudin cs, telah sukses membawa gerbong KAMI diterima oleh sebagian besar rakyat Indonesia. Tugas berikutnya adalah bagaimana KAMI ini mampu mengfungsikan dirinya lebih efektif di tengah berbagai krisis yang sedang dialami oleh bangsa dan ini tidak ringan.

Selama ini, KAMI on the track sebagai gerakan moral. Menjadi kontrol terhadap kebijakan Pemerintah yang dianggap merugikan rakyat dan membahayakan nasib masa depan bangsa. Tidak hanya sampai disitu, Din Syamsuddin cs atas nama KAMI juga memberikan data, hasil riset dan terobosan solusi untuk bangsa kedepan.

Di tengah kegagalan Pemerintah Jokowi yang begitu sering dalam menghadapi problem bangsa dan kebebalannya dalam merespon setiap masukan rakyat, akankah menggoda KAMI yang dikomandoi Din Syamsudin cs ini untuk merubah pola gerakannya ?

Apalagi jika krisis ekonomi berkepanjangan dan telah menciptakan gejolak sosial, maka godaan politik akan sangat kuat. Apalagi, jaringan KAMI di daerah sudah makin meluas. Ini akan jadi ujian moral bagi Din Syamsudin dan seluruh pimpinan serta anggota KAMI.

Jakarta, Selasa, 29 September 2020

Redaktur:

Abdul Halim

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos