728 x 90

Anies Memang Pemimpin Sejati dan Merakyat

Anies Memang Pemimpin Sejati dan Merakyat

Oleh : Tony Rosyid (Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa) Demo di Jakarta dan daerah lain ricuh. Terjadi baku hantam aparat dan demonstran. Ada kelompok preman bayaran yang diduga berperan sebagai pemicu kerusuhan. Memprovokasi agar aparat dan demonstran berhadap-hadapan. Terlihat dalam video yang beredar, terjadi tindakan anarkis sejumlah pihak. Fasilitas umum dirusak, termasuk milik Pemprov DKI,

Oleh :

Tony Rosyid

(Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa)

Demo di Jakarta dan daerah lain ricuh. Terjadi baku hantam aparat dan demonstran. Ada kelompok preman bayaran yang diduga berperan sebagai pemicu kerusuhan. Memprovokasi agar aparat dan demonstran berhadap-hadapan. Terlihat dalam video yang beredar, terjadi tindakan anarkis sejumlah pihak. Fasilitas umum dirusak, termasuk milik Pemprov DKI, entah oleh siapa. Yang pasti, bukan oleh para demonstran. Ada tangan-tangan jahil yang memanfaatkan ketulusan dan perjuangan para pelajar, mahasiswa dan buruh dalam demo menolak UU Ciptaker Omnibus Law.

Gubernur DKI Anies Baswedan hadir di tengah ketegangan itu. Lewat tengah malam, Anies datang dan berada di tengah para demonstran. Mendengarkan semua aspirasi mereka.

Kehadiran Anies berhasil menyembuhkan kekecewaan mereka dan meredam gejolak. Menampung aspirasi dan menenangkan para demonstran. Hingga mereka semua pulang dengan lega dan tenang.

Hari esoknya, dan juga hari-hari berikutnya, terjadi lagi demonstrasi. Tak berhenti, dan terus bergelombang, bahkan hingga hari ini. Sebab, tuntutan mahasiswa, buruh, ormas Islam dan elemen ummat untuk batalkan UU Ciptaker belum dipenuhi.

Beberapa demonstrasi telah memakan banyak korban, terutama dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Bahkan kabarnya, rumah warga, diantaranya di Kwitang, Senen, Jakarta Pusat, diserbu aparat. Gas air mata bertebaran di dalam rumah. Ibu-ibu dan anak-anak balita yang tak terlibat dan tak tahu menahu tentang demo ikut jadi sasaran gas air mata. Pedih! Perih! Tidak saja terasa di mata, tapi juga di hati.

Kantor Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) dan Pelajar Islam Indonesia (PII) di Menteng Raya 58 diserbu aparat. Sejumlah kaca pecah dan fasilitas dirusak. Aparat masuk ke dalam kantor dan menangkapi sejumlah aktifis hingga darah berceceran. Diduga banyak yang terluka dalam aksi brutal terhadap rakyat tersebut. Entah darah itu keluar dari tubuh pelajar, atau bahkan mungkin dari kepala aktifis Islam yang robek oleh aparat.

Belum terkonfirmasi berapa ribu orang persisnya jumlah pelajar dan mahasiswa yang telah ditangkap. Entah berapa banyak yang terluka dan disiksa diluar batas kemanusiaan, dan berapa banyak pula yang terkapar di rumah sakit. Sangatlah ngeri bila kita melihat penganiayaan kepada mereka di berbagai video yang beredar di medsos melebihi kejamnya polisi Israel terhadap demonstran Palestina atau polisi AS terhadap warga kulit hitam baru baru ini. Ini betul-betul ngeri, tak bisa membayangkan anak-anak itu ditonjok ramai-ramai, dipukul pakai tongkat dan ditendang bertubi-tubi oleh sepatu lars aparat.

Namun yang pasti, itu terjadi di Indonesia, bukan Israel atau AS. Terjadi pada saat pelajar dan mahasiswa itu sedang demo, bukan sedang curi lahan hutan, eksploitasi tambang atau korupsi uang negara. Tetapi, mereka sedang demo! Demo untuk masa depan bangsa dan negara.

Situasi agak mencekam. Ada yang bilang sudah pada level 5,5. Kalau level 6, itu artinya Darurat Sipil, kalau level 7 berarti Darurat Militer. Itu istilah yang standarisasinya dipelajari dan ditentukan oleh aparat. Intinya, sudah lumayan gawat kondisi negara ini.

Di tengah banyak demonstran yang terluka dan kantor yang rusak, Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta hadir dan meninjau kantor GPII-PII yang rusak. Anies juga datang ke sejumlah rumah sakit dimana banyak pelajar dan mahasiswa yang terluka. Selain datang ke rumah warga yang ibu dan bayinya terkena gas air mata di Kwitang, Senen.

Mereka adalah warga DKI, kejadiannya di wilayah DKI. Anies adalah Gubernur dan pemimpin bagi rakyat DKI Jakarta. Sudah seharusnya Anies ambil peduli dan menunjukkan empati. Anies ingin memastikan untuk saat ini, mereka baik-baik saja. Begitu semestinya seorang pemimpin bertindak arif bijaksana dan punya sikap peduli terhadap penderitaan rakyat.

Silent, nyaris tak ada beritanya di media mainstream, tanpa kegaduhan kata-kata, dan sepi dari sorot kamera, Anies terus bekerja. Menjalankan tugasnya sebagai pemimpin Ibukota. Sampai disini, Anies “on the track” dengan ungkapannya: “Saya akan jawab semua kritik itu dengan kerja dan karya, bukan dengan kata-kata”.

Dalam banyak hal, Anies nampak berusaha membuktikan apa yang pernah diungkapannya itu. Seorang pemimpin tidak boleh lari saat warganya berada dalam masalah apalagi mereka sedang terluka. Mereka anak-anak muda, pelajar maupun mahasiswa. “Anak muda itu yang punya masa depan. Mereka berhak ikut bicara, karena mereka yang akan merasakan konsekuensi keputusan-keputusan besar di hari ini”, kata Anies.

Entah apa yang dirasakan Anies saat melihat kantor anak-anak GPII-PII yang porak-poranda dan 17 aktifis-pelajar ditangkap aparat di kantor mereka. Sebagian harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Kesedihan dan keprihatinan itu jelas tersirat dalam ungkapan Anies: “Kita ini seharusnya senang kalau ada anak-anak usia sekolah sudah ikut bicara soal-soal negara”. Kalimat yang santun, tapi jelas keberpihakannya.

“Jika anak-anak bertindak salah, ya diberikan tambahan pendidikan, bukan malah dihentikan pendidikannya”, tegas Anies. Sang Gubernur jelas tak rela jika anak-anak Jakarta kehilangan pendidikannya.

Nampak sekali bahwa jiwa pendidik dan leadership telah menyatu dalam diri cucu pahlawan nasional, Abdurrahman Baswedan.

Seorang pemimpin tidak hanya harus tahu bagimana menyapa rakyatnya, tapi juga harus bisa merasakan apa yang dialami mereka. Begitulah seorang pemimpin sejati yang selama ini dinanti dan dirindukan oleh sebuah bangsa besar yang bernama Indonesia.

Jakarta, Jum’at, 16 Oktober 2020

Redaktur: Abdul Halim

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos