728 x 90

JOKOWI SIAP GEBUK PESANTREN ?

JOKOWI SIAP GEBUK PESANTREN ?

Oleh : Abdul Halim (Jurnalis Muslim) Baru kali ini saya menemui seorang pemimpin yg rakyatnya mayoritas Islam, tetapi bicaranya tidak pernah satu kata dg perbuatan. Tahun 2015 lalu, Jokowi menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional (HSN) lewat Keppres Nomor 22 Tahun 2015, yg ditandatanganinya pada 15 Oktober 2015. Namun tahun 2020 ini, Jokowi

Oleh :

Abdul Halim

(Jurnalis Muslim)

Baru kali ini saya menemui seorang pemimpin yg rakyatnya mayoritas Islam, tetapi bicaranya tidak pernah satu kata dg perbuatan.

Tahun 2015 lalu, Jokowi menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional (HSN) lewat Keppres Nomor 22 Tahun 2015, yg ditandatanganinya pada 15 Oktober 2015.

Namun tahun 2020 ini, Jokowi siap mengebuk 28.000 Pesantren modern dan tradisional di seluruh Indonesia lewat UU atas inisiatifnya, UU Omnibus Law Cipta Kerja. Meski sebenarnya Pesantren telah punya UU No.18 Tahun 2019 Tentang Pesantren.

Pada Pasal 53 ayat 1, dan Pasal 62 ayat 1 UU Omnibus Law Cipta Kerja disebutkan, Lembaga Pendidikan termasuk Pesantren, Wajib Berbadan Hukum Pendidikan dan Ijin dari Pemerintah Pusat.

Sedangkan pada Pasal 71 ayat 1 Tentang Pendidikan Non Formal disebutkan, bagi penyelenggara pendidikan termasuk Pesantren yg tidak Berbadan Hukum Pendidikan dan dapat Ijin dari Pemerintah Pusat, maka pengelolanya termasuk Kyai dan Ustadznya bisa dipidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda Rp 1.000.000.000. (Satu Miliar Rupiah)

Sudah sangat jelas, UU Zalim dan Laknat serta anti rakyat yg diusulkan pertama kali oleh Jokowi ini, memang sengaja dirancang untuk membubarkan ribuan Pesantren di seluruh Indonesia dan mengkriminalisasi atau memenjarakan para kyai dan ulamanya maksimal 10 tahun atau denda Rp 1.000.000.000, dengan dalih tidak Berbadan Hukum Pendidikan dan tidak memiliki Ijin dari Pemerintah Pusat.

Padahal seharusnya yg dikedepankan bukan sanksi pidana, tetapi pembinaan dan sanksi administratif, sebagaimana diatur dalam UU No.20 Tahun 2003 Tentang Sisdiknas.

Padahal Pesantren sudah ada sejak zaman Kolonial, jauh sebelum lahirnya NKRI. Rasanya sulit tanpa jasa dan pengorbanan para santri dan kyai, akan berdiri dan tegak NKRI, habis manis sepah dibuang.

Sekarang pertanyaannya adalah, karena dendam kesumat yg luar biasa terhadap Pesantren, Santri dan para Kyainya, mungkinkah ini strategi jahat dari para anasir pro PKI yg saat ini sudah mendarah daging bercokol di dlm lingkaran elite rezim Jokowi ? Apakah ini isyarat Jokowi siap gebuk ribuan pesantren seluruh Indonesia, selama masa kekuasaannya yg masih tersisa 4 tahun sampai 2024 nanti ?

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos