728 x 90

Rebutan Kursi Panas Capres PDIP, Ganjar Siap Singkirkan Puan dan Budi

Rebutan Kursi Panas Capres PDIP, Ganjar Siap Singkirkan Puan dan Budi

Oleh : Tony Rosyid (Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa) Terjadi persaingan ketat di PDIP, siapa yang akan maju sebagai Capres di Pilpres 2024. Megawati akan maju jika elektabilitasnya memungkinkan. Jika berat, setidaknya ada Puan Maharani dan Budi Gunawan. Karir Puan baik di PDIP maupun di Pemerintahan cukup bagus. Di PDIP, Puan pernah menjadi Wakil Ketua.

Oleh :

Tony Rosyid

(Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa)

Terjadi persaingan ketat di PDIP, siapa yang akan maju sebagai Capres di Pilpres 2024. Megawati akan maju jika elektabilitasnya memungkinkan. Jika berat, setidaknya ada Puan Maharani dan Budi Gunawan.

Karir Puan baik di PDIP maupun di Pemerintahan cukup bagus. Di PDIP, Puan pernah menjadi Wakil Ketua. Sedangkan di Pemerintahan, Puan menjabat Menko PMK sebelum dilantik menjadi Ketua DPR.

Pengalaman politik Puan Maharani dianggap lebih dari cukup jika didapuk menjadi Capres 2024. Sepertinya Puan memang dipersiapkan oleh Megawati untuk menjadi Capres atau minimal Cawapres 2024.

Sayangnya, elektabilitas Puan stagnan, jauh tertinggal dari Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah dua periode. Mungkin karena Puan belum terlalu serius menggarap branding dirinya untuk nyapres.

Disisi lain, posisi Ganjar sebagai Gubernur Jateng, nampaknya telah secara serius digarap menjadi panggung untuk menaikkan popularitas lelaki dari Purworejo, Jawa Tengah ini. Menjadi drama, kata Pigai. Tim Media dan Medsos Ganjar bekerja sangat efektif.

Selfie di tempat karantina pasien, sidak ke bandara, berpenampilan informal dengan pasang senyumnya yang khas, adalah setting pencitraan yang sukses digarap oleh tim Ganjar untuk meningkatkan popularitasnya. Dan ini bagian dari kerja keras yang harus dilakukan Ganjar jika ingin singkirkan Ketua DPR Puan Maharani, juga Kepala BIN, Budi Gunawan.

Agak mirip dengan Jokowi. Ketika popularitas Jokowi tinggi, maka terjadi gelombang dukungan dari kader PDIP untuk Capreskan mantan Walikota Solo ini. Megawati terdesak, dan akhirnya tersingkir. Pada 2014, Megawati pun digantikan Jokowi untuk menjadi Capres PDIP.

Apakah Puan Maharani akan tersingkir juga oleh Ganjar? Tak menutup kemungkinan, jika Puan tak serius menyiapkan tim untuk branding dirinya, maka besar kemungkinan juga akan tersingkir seperti ibunya. Apalagi jika dilihat kerja serius Ganjar yang sangat sistematis. Apabila ini terjadi, maka Trah Soekarno mungkin memang ditakdirkan sementara untuk urus partai. Sedangkan Capres menjadi ladang untuk kader yang lain.

Pada Pebruari lalu, Indobarometer merilis elektabilitas Ganjar 11,8 persen. Ganjar mengungguli Puan Maharani yang di angka tak lebih dari 1 persen. Sementara survei Median, Ganjar 9,6 persen dan Puan tetap di angka 1 persen.

Survei terbaru di bulan Oktober, Indikator merilis elektabilitas Ganjar naik lagi jadi 18,7 persen, tertinggi untuk saat ini. Jika dibandingkan Puan, tentu sangat jauh.

Ganjar dengan kerja keras, serius dan sistematisnya, berhasil membonsai elektabilitas Puan Maharani. Ganjar lebih pandai memanfaatkan panggungnya sebagai Gubernur Jawa Tengah dibanding Puan Maharani di DPR, juga Budi Gunawan di BIN.

Elektabilitas Ganjar yang cukup tinggi dan terus naik, bisa dipahami mengingat belum ada Kepala Daerah atau tokoh lain yang secara serius melakukan branding dan kerja-kerja politik untuk persiapan Pilpres 2024. Ganjar saat ini, dengan keseriusan dan kehebatan timnya, sedang main sendiri tanpa lawan.

Pertanyaannya: kenapa Ganjar terkesan curi start dengan melakukan branding dari sekarang? Bukankah Pilpres 2024 masih jauh, empat tahun lagi ?

Jawabannya, karena Ganjar harus menjebol dua tembok besar. Tembok pertama bernama PDIP. Untuk dapat tiket PDIP, Ganjar harus kerja keras dan memastikan elektabilitasnya jauh diatas calon yang lain. Khususnya Puan Maharani dan Budi Gunawan yang saat ini menjadi calon potensial dari PDIP.

Tembok kedua bernama e-KTP. Ganjar harus berhasil mengalahkan isu e-KTP yang sempat dikait-kaitkan dengan dirinya. Dengan elektabilitas yang tinggi, isu e-KTP diharapkan akan diabaikan.

Adalah alasan masuk akal jika Ganjar untuk saat ini berusaha melawan dua tembok besar itu, mumpung belum ada lawan. Sebagai pemain tunggal, tim Ganjar bisa terus menaikkan elektabilitasnya. Apalagi kalau mau bermain mata dengan lembaga survei, ini akan lebih mendongkrak elektabilitas. Toh masyarakat tak bisa klarifikasi jika menyangkut hasil survei, kecuali ada hasil survei yaang lain.

Sebab, dalam sejumlah survei, selain angka ilmiah, kerapkali ada angka konspirasi, tergantung siapa yang memesan. Tetap saja, semuanya dikembalikan kepada persepsi publik.

Tetapi, apapun dinamika di lembaga-lembaga survei itu, kerja keras dan keseriusan tim Ganjar menyingkirkan popularitas serta elektabilitas Puan Maharani dan Budi Gunawan, tampaknya cukup berhasil. Ini obyektif, mengingat angkanya stabil di sejumlah lembaga survei. Tanpa menyingkirkan Puan dan Budi Gunawan, Ganjar tak akan punya ruang untuk di Capreskan oleh PDIP. Karena itu, harus kerja keras dan kerja cerdas.

Jakarta, Senin 26 Oktober 2020

(Redaktur: Abdul Halim)

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos