728 x 90

Tanggapan Keras Atas Penghinaan Presiden Perancis Terhadap Islam & Rasulullah Muhammad SAW

Tanggapan Keras Atas Penghinaan Presiden Perancis Terhadap Islam & Rasulullah Muhammad SAW

Oleh : Harits Abu Ulya Penghinaan secara verbal yang di tampilkan oleh Presiden Prancis Marcon terhadap Islam dan Rasulullah Muhammad SAW, sangat melukai nalar dan hati nurani ummat Muslim se Dunia. Ucapan eksplisit yang berisi penghinaan itu, sesungguhnya keluar dari watak asli pribadi yang phobi terhadap Islam dan Rasul SAW, bahkan bisa jadi ada kebencian

Oleh :

Harits Abu Ulya

Penghinaan secara verbal yang di tampilkan oleh Presiden Prancis Marcon terhadap Islam dan Rasulullah Muhammad SAW, sangat melukai nalar dan hati nurani ummat Muslim se Dunia.

Ucapan eksplisit yang berisi penghinaan itu, sesungguhnya keluar dari watak asli pribadi yang phobi terhadap Islam dan Rasul SAW, bahkan bisa jadi ada kebencian tersembunyi yang lebih besar. Meski begitu kita doakan semoga si Presiden Perancis ini mendapat hidayah untuk memeluk Islam.

Dan sikap Presiden Prancis ini perlu di respon oleh Ummat Islam secara proporsional, sekalipun problem yang dihadapi ummat Islam cukup banyak bukan sekedar soal ocehan ngawur Presiden Prancis itu.

Penguasa negeri-negeri Islam harus bersikap tegas, marwah Ummat Islam ada di pundak mereka. Dengan segala kapasitasnya, seorang penguasa negeri kaum Muslimin harus memberikan respon dan tidak boleh bisu, tuli bahkan masa bodoh. Kita berhasil penguasa negeri Islam semisal Indonesia atau yang dikawasan berada di kawasan Timur Tengah, mereka berdiri bersama atau mewakili ummat Islam untuk memberi pelajaran berharga bagi setiap pribadi atau entitas yang berani melecehkan, menguar penghinaan terhadap Islam dan Rasul SAW.

Para penguasa melalui jalur diplomasinya, secara politik bisa efektif membangun komunikasi dan soliditas antar negara Muslim untuk merumuskan sikap plus strategi yang efektif terhadap masalah ini. Atau secara mandiri melakukan tekanan dengan beragam strategi yang relefan.

Demikian juga selain aksi demonstrasi dan membangun kontra narasi (propaganda) melalui beragam media sosial, entitas non goverment atau masyarakat sipil ummat Islam secara luas bisa ambil peran dengan gerakan kontra ekonomi; boikot produk-produk Perancis di pasar negeri negeri Islam.

Penghinaan ke penghinaan berikutnya niscaya akan datang silih berganti dari orang-orang diluar Islam atau dari internal umat Islam (kaum hipokrit), jika para penguasanya abai menjaga marwah Islam dan ummatnya. Apalagi jika ummat Islam “tidur lelap” acuh terhadap persoalan yang menimpa agamanya.

Selasa, 27 Okt 2020

(Harits Abu Ulya adalah Direktur The Community Of Ideological Islamic Analyst (CIIA) & Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an (PTTQ) Al Bayan, Bojonegoro, Jawa Timur)

Redaktur: Abdul Halim

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos