728 x 90

IBLIS SETAN BERGENTAYANGAN DIBUMI NUSANTARA

IBLIS SETAN BERGENTAYANGAN DIBUMI NUSANTARA

Oleh: Kolonel TNI (Purn) Sugeng Waras Ha ha ha, rupanya menjadi momen yang signifikan bagi pembenci dan pemuak umat Islam di Indonesia, paska pidato Panglima TNI Hadi Tjahjanto malam itu, yang esensinya Panglima TNI akan menghajar tidak kenal kompromi kepada kelompok kelompok yang akan mengganggu persatuan dan kesatuan NKRI. Lantas kebanyakan orang pada mengaitkan pidato

Oleh:

Kolonel TNI (Purn) Sugeng Waras

Ha ha ha, rupanya menjadi momen yang signifikan bagi pembenci dan pemuak umat Islam di Indonesia, paska pidato Panglima TNI Hadi Tjahjanto malam itu, yang esensinya Panglima TNI akan menghajar tidak kenal kompromi kepada kelompok kelompok yang akan mengganggu persatuan dan kesatuan NKRI.

Lantas kebanyakan orang pada mengaitkan pidato HRS malam sebelumnya pada peringatan Maulud Nabi Besar MUHAMMAD SAW , yang sekaligus malam pernikahan putrinya. Dimana dalam ceramahnya, HRS menyinggung dan mengumpat kepada oknum pemeran yang memborgol dan menahan seorang anggota TNI, akibat melantunkan sholawat/pujian yang liriknya berisi rasa hormat dan simpati terhadap HRS.

Terlepas tidak jelasnya, siapa pengganggu persatuan NKRI yang dimaksud Panglima TNI, menyeruak isu isu yang diarahkan kepada HRS dan para pendukungnya.

Sebagai pemerhati terhadap perkembangan dan dinamika perpolitikan negara ini, saya menganalisis, begitu jauhnya apa yang dimaksud Panglima TNI dengan situasi dan kondisi para pendukung HRS yang selama ini bisa saya pantau.

Bahwa persatuan bangsa Indonesia merupakan salah satu butir dari butir butir Pancasila, maka jelas seharusnya yang dimaksud Panglima TNI adalah mereka yang mengganggu Pancasila.

Dengan demikian, mereka yang mengonsep, menginisiatori dan yang mendukung Perubahan Pancasila, menjadi Trisila dan Ekasila, inilah sebenarnya sebagai pengganggu Pancasila dan persatuan bangsa Indonesia.

Sedangkan HRS dan para pendukungnya justru penggugat dan garda paling terdepan melawan penggagas Trisila dan Ekasila.

Dengan kata lain, tidak ada relevansinya, jika HRS dan para pendukungnya sebagai pengganggu Pancasila dan persatuan bangsa Indonesia, karena berpikir dan berpandangan sama, seperti yang dimaksud Panglima TNI, yang mempedomani Pancasila 18 Agustus 1945 dan UUD 1945.

Atau lebih tegas, mereka para pengkianat negara dan pecundang yang akan mengubah Pancasila menjadi Trisila dan Ekasila itulah yang mengadu domba dan membenturkan HRS dan para pendukungnya untuk dihadapkan hadapkan dengan TNI.

Ya, mereka inilah yang sesungguhnya pengganggu persatuan NKRI, yang selayaknya dihajar habis habisan tanpa kompromi.

Jakarta, Kamis,19 November 2020

(Redaktur: Abdul Halim)

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos