728 x 90

KENAPA ANDA JADI TULI, BISU DAN BUTA ?

KENAPA ANDA JADI TULI, BISU DAN BUTA ?

Oleh: Kolonel TNI (Purn) Sugeng Waras Surat Keputusan MA Nomor 44 Tahun 2019, adalah SK yang dikeluarkan oleh Lembaga Tinggi Negara, Mahkamah Agung (MA ), yang esensinya tentang pernyataan Illegal Kemenangan Jokowi pada Pilpres 2019. Ini adalah keputusan yang mengikat dan memaksa kepada Jokowi tentang jabatannya sebagai Presiden RI. Seharusnya, bagi bangsa Indonesia menegaskan dan

Oleh:

Kolonel TNI (Purn) Sugeng Waras

Surat Keputusan MA Nomor 44 Tahun 2019, adalah SK yang dikeluarkan oleh Lembaga Tinggi Negara, Mahkamah Agung (MA ), yang esensinya tentang pernyataan Illegal Kemenangan Jokowi pada Pilpres 2019.

Ini adalah keputusan yang mengikat dan memaksa kepada Jokowi tentang jabatannya sebagai Presiden RI.

Seharusnya, bagi bangsa Indonesia menegaskan dan menindak lanjuti keputusan ini, terlebih bagi aparat hukum yang mempunyai hak, peran, fungsi dan tugas atas kasus besar ini.

Kenapa tak satupun dari lembaga penegak hukum yang reaktif ?

Apakah, Presiden Jokowi dianggap orang yang kebal hukum alias bebas dari kasus ini ?

Kalau Presiden Jokowi kebal hukum apa yang menjadi alasan utamanya ?

Memang, ada alasan orang kebal hukum karena gila. Tetapi menjadi sangat naif dan sama sekali tidak beralasan, jika Presiden Jokowi disamakan dengan orang gila.

Bisa dibayangkan, jika seorang Presiden gila, lantas dia akan memilih para pembantunya yang gila juga, sehingga negara ini akan dibawa secara gila gilaan.

Saya rasa analisis diatas, bukan analisis orang gila, namun bisa jadi analisis dari orang yang awam hukum tapi peduli hukum.

Maka menjadi suatu keharusan bagi para penegak hukum yang berkompeten dengan masalah ini, untuk memberi klarifikasi kepada rakyat agar rakyat tidak menduga duga atau salah tafsir.

Ini adalah pendidikan bangsa, sekaligus pertanggung jawaban warga negara, apalagi sebagai kepala negara yang tentunya menjadi suri teladan bagi rakyat dan bangsanya.

Bahwa hukum yang bersifat mengikat dan memaksa, harus dijalankan secara adil dan sama derajat untuk seluruh warga negara.

Mengikat dalam hal aturan yang harus dipatuhi dan larangan yang tidak boleh dilanggar, serta Memaksa dalam pemberian atau penerimaan sanksi.

Hukum yang tegak akan berimplikasi negara yang tegak, sebaliknya hukum yang rapuh bisa berakibat hancurnya suatu negara.

Maka pengaburan ini sama halnya dengan pelecehan terhadap Lembaga Tinggi negara, Mahkamah Agung.

Mungkinkah lembaga ini tidak ada artinya dan perlu dibubarkan? Suatu keniscayaan yang tidak niscaya

Oleh karenanya, sebagai warga negara yang bertanggung jawab, marilah kembali kita ingat dan pedomani keputusan yang sudah dikeluarkan oleh MA, demi hukum, demi masa depan dan demi martabat bangsa dan NKRI dimata dunia.

Kenapa Anda sekarang jadi tuli, bisu dan buta ?

Bandung, 24 November 2020

Redaktur: Abdul Halim

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos