728 x 90

PURNAWIRAWAN MARAH KEPADA PARA PIMPINAN TNI

PURNAWIRAWAN MARAH KEPADA PARA PIMPINAN TNI

Oleh : Sugeng Waras Kolonel TNI (Purn) Kuperingatkan, ada 6 pedoman dalam kehidupan TNI (Pancasila, Sumpah Prajurit, Sapta Marga, 11 Azas Kepemimpinan TNI, 8 Wajib TNI dan Kode Etik Perwira), semuanya telah dilanggar dan ada penyimpangan dari peransinya. Pancasila, Pelanggaran dan penyimpangan terhadap butir ke 2, tentang kemanusiaan yang adil dan beradab dan butir ke

Oleh :

Sugeng Waras Kolonel TNI (Purn)

Kuperingatkan, ada 6 pedoman dalam kehidupan TNI (Pancasila, Sumpah Prajurit, Sapta Marga, 11 Azas Kepemimpinan TNI, 8 Wajib TNI dan Kode Etik Perwira), semuanya telah dilanggar dan ada penyimpangan dari peransinya.

Pancasila, Pelanggaran dan penyimpangan terhadap butir ke 2, tentang kemanusiaan yang adil dan beradab dan butir ke 5 tentang keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

TNI telah mencederai keduanya baik secara kemanusiaan maupun sosial (koreksi, evaluasi dan benahi mental dan akhlaq diri).

Sumpah Prajurit, Pelanggaran dan penyimpangan terhadap butir 3 dan 4, yang esensinya, ketaatan kepada kepada atasan bukan berarti kepada atasan yang berkianat, melainkan atasan yang bertanggung jawab kepada tentara dan NKRI, bukan penguasa/ pemerintah belaka (fahami, koreksi, bangun, bangkit, evaluasi dan luruskan).

Sapta Marga, Pelanggaran dan Penyimpangan terhadap butir 2 dan 3, yang esensinya, patriot, pendukung dan pembela Idologi Negara serta membela kejujuran, kebenaran dan keadilan.

Faktanya diam seribu bahasa, pada hal TNI punya hak berpolitik negara, bukan mbebek atau berpatung.

Seharusnya bersikap tegas ketika melihat konsep RUU HIP/ BPIP yang berbau komunis dan melecehkan Pancasila, namun tidak ada reaksi terhadap penyelenggaraan negara yang jelas jelas syarat ketidak jujuran, ketidak benaran dan ketidak adilan (peka, peduli, pahami, bangun dan bangkit, lawan).

Sebelas Azas Kepemimpinan, pelanggaran dan penyimpangan terhadap butir 2,3,4 dan 5, yang esensinya (tidak berani memberi tauladan dalam memperjuangkan kebaikan, partisipasi dan bergiat ditengah tengah serta mendorong, mempengaruhi dan mengajak rakyat untuk peka dan peduli terhadap ketidak lurusan jalanya roda pemerintah, baik terkait kepentingan nasional dan hakekat ancaman negara dari dalam dan luar negeri (fahami, peka dan peduli, bangun dan bangkit, ajak rakyat bereaksi).

Dari Delapan Wajib TNI, hanya butir 2 dan 5 yang tidak dilanggar, sedangkan keenam butir lainya telah dilanggar (fahami, koreksi, sadari untuk kembali bersikap ramah tamah, sopan santun, menjaga kehormatan diri dimuka umum, jangan lagi jongkok jongkok dan membudak kepada konglomerat dan keluarganya, tidak menyakiti dan merugikan rakyat dan menjadi contoh dalam usaha dan mengatasi kesulitan).

Kode Etik Perwira (Budhi, Bakti, Wira, Utama )tidak mengaplikasikan pembelaan terhadap kebenaran dan keadilan, harus berani bertanggung terhadap perbuatan/ tindakanya (jangan beragumen kewenangan/ kekuasaan, tapi beragumenlah yang logis, realistis ), menjunjung tinggi kehormatan dan kebanggaan korps serta penegak persaudaraan dan kemanusiaan.

Saya tidak mengatakan generasi aa tidak tahu atau bodoh, tapi saya paham ini kondisi sistim dan krisis moral dan modal keberanian dalam menegakkan kebenaran dan keadilan.

Oleh karenanya saya menghimbau, kepada adik adikku, penerusku, kalian belum terlambat, kalian masih menjabat dan berkuasa, negara kita belum hancur meskipun sudah parah.

Bangunlah, bangkitlah, untuk kembali bekerja pada rel yang benar dan suci.

Dipundakmu, kedaulatan negara, keselamatan rakyat dan seluruh tumpah darah diamanatkan dan dipertaruhkan oleh seluruh rakyatmu.

Cintai rakyatmu kembali, bawa dan berdayakan seluruhnya untuk kebaikan dan kejayaan NKRI.

Sadarlah tidak akan lama, semua jabatan kalian akan lepas dan berakhir, disanalah kelak kalian rasakan, semua akibat yang telah kalian lakukan, apalagi menghadapi hari hari akhirmu.

Astaghfirullah, kini masih ada kesempatan, beranikan diri untuk mengingatkan dan meluruskan kepada atasanmu yang sesat.

Jakarta, 30 November 2020

Redaktur: Abdul Halim

1 comment
Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

1 Comment

  • Heru
    November 30, 2020, 1:10 pm

    Maaf Ndan MATA mereka telah di BUTAKAN oleh tumpukan uang dan harta benda, TELINGA mereka telah di TULIKAN oleh janji janji muluk PANGKAT, JABATAN, DAN KEKUASAAN, serta HATI NURANI mereka telah TERTUTUP DAN MATI oleh NAFSU DUNIAWI DAN NAFSU ANGKARA MURKA. Sehingga saat ini mereka adalah manusia manusia BIADAB yang menjadi PENGKHIANAT BANGSA, NEGARA, DAN RAKYAT NYA. Lalu apalagi yg bisa kita harapkan dari mereka ????? Menjadi suatu yang bijak adalah Anda selaku senior dari mereka mengajak seluruh Purnawiran TNI GARIS LURUS melakukan upaya INVENTARISASI, KOORDINASI, DAN KONSOLIDASI kepada ALUMNI ALUMNI PERANG YANG PERNAH ANDA DAN PARA PURNAWIRAWAN TNI YANG PERNAH MEMIIMPIN PERTEMPURAN PERTEMPUEAN DI NEGERI INI. Keadaan dan Kondisi Negara dan Bangsa Membutuhkan Patriotisme mereka saat ini, IBU PERTIWI MEMANGGIL PARA TNI PEJUANG UTK MELURUSKAN KEMBALI JATI DIRI BANGSA BESAR INI. Ayo Komandan anda punya akses lakukan sekarang sebelum segala nya terlambat

    REPLY

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos