728 x 90

SUDAH SESAT TETAPI MASIH NEKAD ?

SUDAH SESAT TETAPI MASIH NEKAD ?

Oleh: Kolonel TNI (Purn) Sugeng Waras Lembaga Kepolisian Republik Indonesia adalah lembaga mulia dan terhormat, selayaknya dipimpin oleh orang orang berakhlak, bermartabat dan berakal sehat. Jangan terbelenggu hanya untuk kepentingan Polri, tetapi berpandang dan berpikirlah untuk kepentingan bangsa dan negara Indonesia. Bersatu dan kompaknya TNI- POLRI, hal yang sangat didambakan rakyat, karena TNI-POLRI adalah Bhayangkara

Oleh:

Kolonel TNI (Purn) Sugeng Waras

Lembaga Kepolisian Republik Indonesia adalah lembaga mulia dan terhormat, selayaknya dipimpin oleh orang orang berakhlak, bermartabat dan berakal sehat.

Jangan terbelenggu hanya untuk kepentingan Polri, tetapi berpandang dan berpikirlah untuk kepentingan bangsa dan negara Indonesia.

Bersatu dan kompaknya TNI- POLRI, hal yang sangat didambakan rakyat, karena TNI-POLRI adalah Bhayangkara Negara, benteng terdepan dan pertahanan terakhir dalam melindungi, mengayomi dan menyelamatkan rakyat serta menjaga, memelihara dan mempertahankan kedaulatan negara, keutuhan wilayah dan seluruh tumpah darah Indonesia.

Namun tanpa disadari, TNI-POLRI telah terseret dalam kegiatan kegiatan politik praktis dan bukan politik negara.

Ini bukan ujaran kebencian, bukan bohong dan bukan fitnah. Tetapi ketulusan dan kesadaran dari seorang warga negara, yang melihat fakta demi terus mengabdi dan mencintai seluruh bangsa dan negaranya.

Tidak selayaknya saya ikut campur dalam tugas tugas Kepolisian dan tidak sepatutnya saya mengingatkan berbagai kesalahan langkah yang dilakukan Polisi dinegeri ini.

Namun, mau tidak mau, suka tidak suka, Polisi harus menerima dan mengakui tindakan tebang pilih dan brutal terhadap sebagian rakyatnya baik dalam penegakan hukum maupun arogansi kekuasaan dalam kiprahnya.

Sesungguhnya ini hanya dilakukan oleh para pemimpin Polisi yang ambisi dan tergoda pangkat, jabatan dan harta benda, karena masih jauh lebih banyak Polisi kita yang baik dan tulus mengabdi kepada bangsa dan negara.

Maka, saya sependapat, jika ada pemikiran dari beberapa tokoh, yang meminta kepada Presiden Jokowi untuk mencopot, bahkan perlu mempidanakan terhadap para pimpinan Polri yang telah membawa kejalan tersesat Polri dalam mengabdi kepada bangsa dan negaranya.

Masih banyak orang orang yang baik yang bisa memimpin lembaga Kepolisian di negara ini.

Ini sekaligus juga mengingatkan kepada para pemimpin TNI, agar mau belajar dari tragedi berdarah km 50 Tol Jakarta-Cikampek oleh Polisi, demi hukum, bangsa dan negara.

Dalam kesempatan ini pula, saya mengingatkan :

Hentikan dan sudahi tindakan tindakan kriminalisasi dan sepihak, apalagi yang melanggar Hukum dan HAM berat. Tugas dan kewajiban Polisi adalah bersama rakyat mengayomi, melindungi dan melayani masyarakat.

Penegakan hukum untuk semua dan siapapun termasuk Polisi, tanpa pandang bulu dan tebang pilih.

Jakarta, Kamis, 10 Desember 2020.

Redaktur: Abdul Halim

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos