728 x 90

FPI Tak Pernah Minta Bantuan Hukum Kepada Yusril Ihza Mahendra

FPI Tak Pernah Minta Bantuan Hukum Kepada Yusril Ihza Mahendra

Jakarta – Djakartatoday.com Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Ustadz Munarman SH dan Ketua Dewan Syura FPI Habib Muhsin Ahmad Alatas, membantah pihaknya maupun Imam Besar Habib Muhammad Rizieq Shihab, meminta bantuan hukum kepada advokat yang juga Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra. Hal tersebut diungkapkannya merespons klaim Yusril yang mengaku menolak

Jakarta – Djakartatoday.com

Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Ustadz Munarman SH dan Ketua Dewan Syura FPI Habib Muhsin Ahmad Alatas, membantah pihaknya maupun Imam Besar Habib Muhammad Rizieq Shihab, meminta bantuan hukum kepada advokat yang juga Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra.

Hal tersebut diungkapkannya merespons klaim Yusril yang mengaku menolak memberikan bantuan hukum terhadap Habib Rizieq terkait jerat kasus hukum sebagai tersangka kasus kerumunan.

Bukan hanya Yusril, Habib Muchsin juga menegaskan pihaknya tak pernah meminta bantuan pengacara Hotman Paris Hutapea untuk menjadi kuasa hukum Habib Rizieq Shihab.

“Enggak pernah ada dari FPI atau Habib Rizieq permintaan bantuan ke Yusril,” kata Ustadz Munarman yang juga Koordinator Tim Hukum FPI tersebut kepada CNNIndonesia.com, Senin (21/12).

“Kita dari FPI tidak pernah meminta kepada Pak Yusril atau Pak Hotman untuk menjadi pengacara dalam kasus ini, kita tidak pernah minta, juga tidak menolak, jadi biasa saja,” ujar Habib Muchsin secara terpisah saat ditemui di Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (21/12).

Ustadz Munarman menegaskan yang berhak untuk meminta bantuan hukum adalah Habib Rizieq atau keputusan dari Pimpinan Pusat FPI. Ia menegaskan Habib Rizieq tak pernah sekalipun meminta bantuan kepada Yusril.

“Selama ini Habib Rizieq memang tidak pernah terucap untuk meminta bantuan hukum ke Yusril,” kata Ustadz Munarman.

Sementara itu Habib Muchsin menyatakan pihaknya tak akan menampik apabila Yusril maupun Hotman Paris ingin membantu dengan menjadi bagian dari tim kuasa hukum Habib Rizieq Shihab. Namun, sambungnya, mereka harus berkoordinasi dulu dengan pihaknya.

“Kalau umpamanya ingin menjadi pengacara dalam kasus ini ya silahkan koordinasi dengan pak Munarman, yang sebagai koordinator hukum,” kata Habib Muchsin.

Sebelumnya, Yusril mengklaim sempat diminta bantuan orang dekat tokoh utama Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-Ulama) Ustadz Bachtiar Nasir untuk membantu Habib Rizieq menghadapi kasus terkait kerumunan massa di Petamburan, Jakarta Pusat.

Yusril kemudian mengaku menyarankan utusan Bachtiar Nasir itu untuk menghubungi Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto karena punya peluang untuk bisa membantunya.

“Silakan menghubungi Pak Prabowo sebagai Menhan, saya yakin Menhan bisa membantu. Saya sudah Kafir dan Murtad gara-gara mendukung Pak Jokowi menurut versi anda,” kata Yusril.

Habib Rizieq sendiri sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Kepolisian terkait kasus kerumunan massa di Petamburan, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu. Kasus itu pun kini telah diambil alih Bareskrim Polri dari Polda Metro Jaya.

Sementara itu pengacara Hotman Paris Hutapea sempat menyatakan mendapat banyak permintaan dari warganet untuk membantu Habib Rizieq. Namun ia menolak menjadi pengacara Habib Rizieq dengan alasan terlalu sibuk dalam perkara bisnis.

“Ratusan DM [direct message], telepon, tiap hari, entah kenapa mereka serius minta Hotman Paris. Saya enggak tahu. Tapi saya mengatakan saya tidak bisa karena saya terlalu sibuk,” katanya.

Sementara itu, Habib Muchsin menilai pernyataan Yusril soal sebutan Murtad karena pindah haluan politik pada Pilpres 2019 hanya selorohan semata.

Habib Muhsin menjelaskan, Yusril awalnya bersama FPI mendukung salah satu calon presiden saat itu, Prabowo Subianto. Namun di tengah jalan kedua kubu berbeda pandangan dan Yusril akhirnya memilih mendukung Jokowi sementara FPI tetap meneguhkan hati mendukung Prabowo.

“Artinya [Murtad] berpindah, ketika itu kan sama-sama umat Islam mendukung calon Prabowo, cuma ketika di tengah jalan dia [Yusril] belok kiri mendukung Jokowi, nah itu kata guyonannya itu Murtad,” kata Habib Muhsin.

“Ini urusan politik, jadi itu hanya berubah pikiran untuk mendukung Jokowi. Jadi kalau ada kata-kata Murtad itu hanya guyonan atau ledekan,” imbuhnya.

Sumber: faktakini.net, cnnindonesia.com

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos