728 x 90

Selamat Datang Kembali Pemimpinku, Gubernur Indonesia Anies Baswedan

Selamat Datang Kembali Pemimpinku, Gubernur Indonesia Anies Baswedan

Oleh : Tony Rosyid (Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa) Selama 27 hari Anies telah menjalani isolasi diri. Selama 25 hari lidah kehilangan rasa dan penciuman. Telah berulangkali tes swab, hasilnya positif. Saat pertama kali positif terinveksi, Anies membuat video. Mengirimkan kabar sekaligus pesan agar setiap orang yang bertemu dengannya menjalani tes. Ini penting agar tidak

Oleh :

Tony Rosyid

(Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa)

Selama 27 hari Anies telah menjalani isolasi diri. Selama 25 hari lidah kehilangan rasa dan penciuman. Telah berulangkali tes swab, hasilnya positif. Saat pertama kali positif terinveksi, Anies membuat video. Mengirimkan kabar sekaligus pesan agar setiap orang yang bertemu dengannya menjalani tes. Ini penting agar tidak ikut menjadi agen penularan kepada yang lain.

Anies adalah kepala daerah yang pertama kali membentuk tim penanganan Covid-19. Meski tak sedikit yang saat itu menganggap Anies sedang ngigau, dituduh telah membuat kegaduhan dan kepanikan masyarakat.

Disisi lain, sejumlah pejabat tinggi sekelas menteri tak percaya Covid-19 bisa masuk ke Indonesia. Indonesia daerah tropis, dan Covid-19 tak bisa hidup di daerah tropis, katanya. Ada yang komentar bahwa Covid-19 mati dengan empon-empon. Macam-macam argumentasinya.

Yakin penyebaran Covid-19 gak akan meluas di Indonesia, pada 1 Maret lalu, Presiden Jokowi memberikan insentif di sektor pariwisata. Diskon pesawat 45-50%. Ini dilakukan agar kunjungan wisatawan ke Indonesia di saat pandemi tetap stabil. Ternyata? Meleset! Di mata publik, program insentif ini terkesan konyol.

Faktanya, Covid-19 masuk dan menyebar. Jumlah yang terinveksi terus bertambah, sangat cepat. Pada 29 Maret 2020 Anies mengusulkan kepada Pemerintah Pusat agar dilakukan karantina wilayah khusus Jakarta. Usul Anies ditolak, bahkan dengan sangat tegas.

Covid-19 makin ganas. Di bulan September, perhari lebih dari 4000 terinveksi. Di Jakarta penambahanya hampir 2000 orang perhari. Anies berencana ingin perketat PSBB. Diprotes! Tak tanggung-tanggung, yang memprotes adalah beberapa Menteri. Dianggap mengacaukan upaya memulihkan ekonomi.

Sampai akhirnya, Habib Rizieq Shihab pulang ke Indonesia pada 10 November lalu. Kerumunan terjadi, dan Habib Rizieq dituduh sebagai salah seorang penyebab jumlah positif Covid-19 makin banyak. Sang Habib pun dijadikan tersangka dan ditahan. Dikenakan Pasal 160 KUHP, dianggap menghasut orang berkerumun dan melanggar aturan.

Intinya, pasca Habib Rizieq pulang, Prokes diperketat. Dan di pertengahan bulan Desember ini, Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan meminta kepada Anies untuk memperketat PSBB. Lah terus piye? Kok berubah-ubah. Mana yang benar? Andai saja gagasan karantina yang diusulkan Anies di akhir bulan Maret lalu diterima, mungkin penyebaran Covid-19 di Indonesia tidak separah seperti sekarang. Dan, nasib ekonomi relatif bisa diselamatkan. Tak perlu ada yang ditahan gara-gara kerumunan.

Nasi sudah jadi bubur. Semua sudah jadi takdir sejarah. Dan Anies, tak hanya jadi orang pertama yang membentuk tim Covid-19, dan turun langsung menangani Covid-19, ia pun ikut merasakan menjadi pasiennya. Anies juga tertular dan harus menjalankan program isolasi mandiri sebagaimana pasien-pasien yang lain.

Meski berada di rumah isolasi, Anies tak berhenti memimpin lokomotif Ibukota. Semua kegiatan tetap berjalan atas instruksi dan konsolidasinya. Jadi pasien Covid-19 tak menyurutkan Anies untuk tetap bekerja dan berkarya. Barangkali ini yang membuat proses penyembuhan Anies cukup lama. Karena tak rehat dan istirahat sebagaimana umumnya pasien yang lain. Risiko seorang pemimpin tak boleh istirahat!

Terbukti, dimasa isolasi, DKI Jakarta telah meraih sejumlah penghargaan. DKI Jakarta dapat WTP dari BPK untuk ketiga kalinya. Tiga tahun berturut-turut Jakarta mendapat WTP.

Selain itu, Provinsi DKI Jakarta meraih penghargaan Provinsi Terinovatif dari Kemendagri, dan penghargaan Kota Peduli HAM. Tidak hanya itu, Pemprov DKI juga mendapat penghargaan Top Digital Award 2020. Semua ini diterima saat Anies diisolasi karena Covid-19. Artinya, meski diisolasi, Anies tetap bekerja dan meraih prestasi.

Adapun yang dibutuhkan dari seorang pemimpin itu : Pertama, gagasannya. Seorang pemimpin mesti punya terobosan dan mampu berpikir out of the box. Kedua, kemampuan menggerakkan bawahannya. Inilah fungsi leadership. Memastikan semuanya bekerja secara kolektif dan kolaboratif sesuai visi dan misi pemimpin. Ketiga, sikap bijaknya dalam menghadapi setiap dilema dan problematika. Di tangan seorang pemimpin, berbagai masalah bisa diselesaikan. Bukan malah menambah masalah. Intinya, pemimpin harus tangguh. Tidak menganggap setiap masalah sebagai keruwetan, tapi sebagai tantangan yang harus diselesaikan untuk memberi pengalaman dan kematangan.

Tiga syarat itu, Anies memilikinya. Maka, di tangan Anies, Jakarta berjalan kearah yang terukur sesuai dengan design visi yang direncanakan: “Maju Kotanya Bahagia Warganya”.

Jika hampir sebulan ini Anies memimpin by zoom dan mengandalkan jasa layanan Internet, maka setelah sehat, sudah saatnya Anies kembali turun langsung ke lapangan. Selamat datang kembali “Gubernur Indonesia” untuk kembali memimpin Ibukota. Begitu rakyat menyapa dan memberi semangat kepada Anies Rasyid Baswedan, cucu Pahlawan Nasional, Abdurrahman Baswedan.

Jakarta, Senin, 28 Desember 2020

Redaktur: Abdul Halim

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos