728 x 90

BELUM ADA FATWA MUI SOAL HALAL HARAMNYA VAKSIN SINOVAC

BELUM ADA FATWA MUI SOAL HALAL HARAMNYA VAKSIN SINOVAC

Jakarta – Djakartatoday.com Meski Pemerintah telah membeli jutaan dosis vaksin buatan China, Sinovac, namun hingga saat ini belum ada Fatwa MUI tentang halal atau haramnya vaksin Covid-19 tersebut. Padahal pada Rabu (13/1) nanti, Presiden Jokowi akan menjadi orang pertama yg divaksin dengan Sinovac. Pemerintah memutuskan akan memulai vaksinasi Covid-19 pada pekan kedua Januari 2021. Untuk

Jakarta – Djakartatoday.com

Meski Pemerintah telah membeli jutaan dosis vaksin buatan China, Sinovac, namun hingga saat ini belum ada Fatwa MUI tentang halal atau haramnya vaksin Covid-19 tersebut. Padahal pada Rabu (13/1) nanti, Presiden Jokowi akan menjadi orang pertama yg divaksin dengan Sinovac.

Pemerintah memutuskan akan memulai vaksinasi Covid-19 pada pekan kedua Januari 2021. Untuk gelombang pertama vaksinasi dilakukan pada Rabu, 13 Januari 2021, dimana Presiden Jokowi akan menjadi orang pertama yg divaksin Sinovac.

Meski tinggal menghitung hari, namun vaksin produksi Sinovac belum ada fatwa halal atau haram dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Menanggapi hal ini, Ketua MUI Bidang Fatwa KH Dr Asrorun Niam mengatakan, MUI telah merampungkan proses audit lapangan pada Selasa (5/1) lalu.

“Alhamdulillah, Selasa (5/1) lalu Tim Auditor MUI telah menuntaskan pelaksanaan audit lapangan terhadap vaksin Sinovac. Mulai dari perusahaan Sinovac di Beijing China dan yang terakhir di Biofarma Bandung,” ungkap Dr Asrorun Niam.

Menurut Dr Niam, selanjutnya Komisi Fatwa akan melaksanakan sidang pleno untuk membahas dari aspek Syar’i. Sidang Pleno tersebut dilaksanakan pasca menerima laporan, penjelasan, dan pendalaman dari Tim Auditor.

“Dalam kasempatan pertama, Tim Auditor akan merampungkan kajiannya dan akan dilaporkan ke dalam,” katanya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) MUI, Muti Arintawati mengatakan, status kehalalan vaksin Sinovac akan diputuskan MUI sebelum 13 Januari nanti.

“Insya Allah,” jawab singkat Muti ketika dikonfirmasi, Rabu (6/1).

Muti menjelaskan proses auditing vaksin Sinovac di China pada 2020 lalu. Dikatakan Muti, MUI diwakili dua orang ke pabrik vaksin Sinovac. Satu dari LPPOM, satu dari Komisi Fatwa. Disana, Tim LPPOM meneliti proses produksi dan bahan-bahan vaksin yang digunakan.

“Namun, karena produsen membeli bahan-bahan vaksin dari pihak ketiga, maka perlu ada informasi dari perusahaan setelah audit lokasi dilakukan,” jelas Muti.

Dikatakan Muti, cepat atau lambatnya proses sertifikasi halal ditentukan oleh keseriusan produsen vaksin dalam memenuhi Sistem Jaminan Halal (SJH).

Mengapa vaksin atau obat harus halal ? Muti Arintawati mengungkapkan, dalam Islam obat itu prinsipnya harus halal. Tetapi dalam kondisi tertentu atau darurat diperbolehkan berobat dengan yang tidak halal.

“Misalnya tidak ada pilihan lainnya dan dapat menyebabkan kematian, itu diperbolehkan dalam Fatwa MUI,” jelas Muti.

Redaktur: Abdul Halim

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos