728 x 90

Komisi Fatwa MUI Pusat Tetapkan Vaksin Sinovac Produksi Negara China Komunis Halal dan Suci

Komisi Fatwa MUI Pusat Tetapkan Vaksin Sinovac Produksi Negara China Komunis Halal dan Suci

Jakarta – Djakartatoday.com Setelah ditunggu tunggu Pemerintahan Jokowi, akhirnya Komisi Fatwa MUI Pusat menetapkan Vaksin Sinovac produksi Rezim Negara China Komunis di Beijing sebagai halal dan suci, sehingga dalam waktu dekat dianjurkan bisa digunakan oleh umat Islam seluruh Indonesia. Hal itu terjadi setelah Komisi Fatwa MUI Pusat yg dipimpin Ketuanya Dr. HM. Asrorun Niam Sholeh

Jakarta – Djakartatoday.com

Setelah ditunggu tunggu Pemerintahan Jokowi, akhirnya Komisi Fatwa MUI Pusat menetapkan Vaksin Sinovac produksi Rezim Negara China Komunis di Beijing sebagai halal dan suci, sehingga dalam waktu dekat dianjurkan bisa digunakan oleh umat Islam seluruh Indonesia.

Hal itu terjadi setelah Komisi Fatwa MUI Pusat yg dipimpin Ketuanya Dr. HM. Asrorun Niam Sholeh MA, menggelar Rapat Pleno secara tertutup di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (8/1).

Namun, Fatwa ini belum final karena masih menunggu izin keamanan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Yang terkait aspek kehalalan, setelah dilakukan diskusi panjang penjelasan auditor, rapat Komisi Fatwa menyepakati bahwa vaksin Covid-19 yang diproduksi Sinovac Lifescience yang sertifikasinya diajukan Biofarma adalah suci dan halal,” ujar Niam.

Meskipun sudah ditetapkan halal dan suci, lanjut Niam, Fatwa MUI itu belum final karena masih menunggu keputusan BPOM terkait keamanan (safety), kualitas (quality), dan kemanjuran (efficacy).

“Akan tetapi terkait kebolehan penggunaannya, ini sangat terkait dengan keputusan mengenai aspek keamanan, kualitas, dan efficacy BPOM. Ini akan menunggu hasil final ke thoyibannya. Fatwa utuhnya akan disampaikan setelah BPOM menyampaikan mengenai aspek keamanan untuk digunakan, apakah aman atau tidak, maka fatwa akan melihat,” ujarnya.

Niam merinci, rapat yang diikuti pimpinan dan anggota Komisi Fatwa MUI Pusat tersebut, hanya membahas menetapkan kesesuaian Syariah Vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh Sinovac Lifescience.Co.

Ada tiga vaksin produksi Sinovac yang didaftarkan yaitu Coronavac, Vaccine Covid-19, dan Vac2 Bio.

“Artinya yang kita bahas hari ini adalah mengenai produk vaksin Covid-19 dari produsen Sinovac, bukan yang lain. Pembahasan diawali dari audit dari auditor,” ungkapnya.

Komisi Fatwa menetapkan kehalalan ini setelah sebelumnya mengkaji mendalam laporan hasil audit dari Tim MUI. Tim tersebut terdiri dari Komisi Fatwa MUI Pusat dan LPPOM MUI. Tim tersebut sebelumnya telah berpengalaman dalam proses audit Vaksin MR.

Tim itu sebelumnya tergabung dalam tim Kementerian Kesehatan, Biofarma, dan BPOM sejak Oktober 2020. Mereka bersama tim lain mengunjungi pabrik Sinovac dan mengaudit kehalalan vaksin di sana. Sepulang dari Indonesia, tim masih menunggu beberapa dokumen yang kurang.

Dokumen itu diterima secara lengkap oleh tim MUI pada Selasa (5/1) lalu melalui surat elektronik. Pada hari yang sama, tim juga merampungkan Audit lapangan di Biofarma yang nantinya akan memproduksi vaksin ini secara massal. Tim kemudian melaporkan hasil audit tersebut kepada Komisi Fatwa MUI Pusat untuk dilakukan kajian keagamaan menentukan kehalalan vaksin.

Sumber: Suaraislam.id & dbs

Redaktur: Abdul Halim

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos