728 x 90

KOMNAS HAM DITUDING LAKUKAN BISNIS NYAWA MANUSIA

KOMNAS HAM DITUDING LAKUKAN BISNIS NYAWA MANUSIA

Jakarta – Djakartatoday.com Tim Advokasi Korban Tragedi 7 Desember 2020 mengkritik keras hasil investigasi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) soal penembakan 6 orang laskar Front Pembela Islam (FPI) di Tol Jakarta-Cikampek KM 50. Ketua Tim Advokasi Korban Tragedi 7 Desember 2020, Hariadi Nasution mempertanyakan alasan Komnas HAM hanya menetapkan pelanggaran HAM pada kematian

Jakarta – Djakartatoday.com

Tim Advokasi Korban Tragedi 7 Desember 2020 mengkritik keras hasil investigasi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) soal penembakan 6 orang laskar Front Pembela Islam (FPI) di Tol Jakarta-Cikampek KM 50.

Ketua Tim Advokasi Korban Tragedi 7 Desember 2020, Hariadi Nasution mempertanyakan alasan Komnas HAM hanya menetapkan pelanggaran HAM pada kematian 4 dari 6 orang Laskar FPI.

“Komnas HAM RI terkesan melakukan ‘jual beli nyawa’, yaitu pada satu sisi memberikan legitimasi atas penghilangan nyawa terhadap dua korban lewat konstruksi narasi tembak-menembak yang sesungguhnya masih patut dipertanyakan,” kata Hariadi lewat keterangan tertulis kepada CNNIndonesia.com, Senin (11/1).

Hariadi menilai investigasi Komnas HAM hanya memakai sumber informasi dari satu pihak, yaitu Kepolisian. Tim Advokasi menyesalkan kejadian itu.

Tim juga menyesalkan berhenti pada status pelanggaran HAM dan rekomendasi untuk menempuh proses Peradilan Pidana. Mereka menginginkan kasus penembakan 6 orang Laskar FPI diselesaikan di Pengadilan HAM.

“Karena menurut kami peristiwa tragedi 7 Desember 2020 yang terjadi di Karawang, adalah jelas pelanggaran HAM berat,” tandas Hariadi.

Sebelumnya, Komnas HAM menyatakan polisi melakukan pelanggaran HAM karena menembak empat orang laskar FPI pada kejadian bentrok di Tol Jakarta-Cikampek KM 50.

Komnas HAM mengatakan kematian dua orang Laskar FPI lainnya tidak termasuk dalam pelanggaran HAM. Sebab keduanya meninggal dunia dalam eskalasi bentrokan polisi dan Laskar FPI.

“Terkait peristiwa KM 50 ke atas, terdapat 4 orang masih hidup dalam penguasaan resmi petugas negara yang kemudian ditemukan tewas, maka peristiwa tersebut bentuk peristiwa pelanggaran HAM,” kata Komisioner Komnas HAM Choirul Anam di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Jumat (8/1) lalu.

Komnas HAM menyimpulkan peristiwa penembakan laskar FPI pada 7 Desember 2020 sebagai Pelanggaran HAM, bukan pelanggaran HAM berat.

Sumber: CNNIndonesia

Redaktur: Abdul Halim

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos