728 x 90

Presiden dan Sekjen MUI Mengikuti Vaksinasi Sinovac Produksi China di Istana Negara

Presiden dan Sekjen MUI Mengikuti Vaksinasi Sinovac Produksi China di Istana Negara

Jakarta – Djakartatoday.com Setelah ditunggu tunggu kepastiannya oleh jutaan rakyat Indonesia, akhirnya Presiden Jokowi beserta para pejabat tinggi negara melakukan vaksinasi perdana Sinovac buatan China di Istana Negara, Rabu (13/1). Meski vaksin Sinovac telah memakan korban di Brasil dan China sendiri justru memberlakukan lock down di beberapa kota besarnya krn munculnya virus Corona varian baru,

Jakarta – Djakartatoday.com

Setelah ditunggu tunggu kepastiannya oleh jutaan rakyat Indonesia, akhirnya Presiden Jokowi beserta para pejabat tinggi negara melakukan vaksinasi perdana Sinovac buatan China di Istana Negara, Rabu (13/1).

Meski vaksin Sinovac telah memakan korban di Brasil dan China sendiri justru memberlakukan lock down di beberapa kota besarnya krn munculnya virus Corona varian baru, namun para pejabat tinggi tetap nekat dan berani unt mengikuti vaksinasi perdana Sinovac produksi negara komunis China.

Termasuk Sekretaris Jenderal MUI Pusat Buya Dr Amirsyah Tambunan juga mengikuti vaksinasi perdana di Istana Negara, Jakarta.

Buya Amir menjadi salah satu peserta vaksinasi perdana dari unsur tokoh agama. Selain Buya Amir, ada pula Rais Suriyah PBNU KH. Ahmad Ishomuddin.

“Pada hari ini saya mendapatkan kepercayaan mengikuti vaksin perdana. Mudah-mudahan ini menjadi bagian dari ikhtiar kita,” ujarnya di Istana Negara, Jakarta.

Buya Amir menyampaikan, sambil menunggu vaksin mencukupi jumlahnya, ikhtiar lain yang bisa dilakukan adalah dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.

“Kita perlu menegakkan protokol kesehatan dengan iman, aman, dan insya Allah kita menjadi imun,” katanya.

Menurutnya, menjalankan protokol kesehatan tetap harus dilakukan. Caranya adalah dengan disiplin memakai masker, cuci tangan, jaga jarak, olahraga, istirahat yang cukup, tidak mudah panik, makan makanan yang begizi.

“Kemudian doa dan tawakkal, itu yang disebut lima sehat enam sempurna,” ungkapnya.

Buya Amir menambahkan, vaksinasi ini merupakan bagian dari ikhtiar bangsa menciptakan herd immunity atau kekebalan tubuh bersama. Syarat terjadi herd immunity adalah bila minimal 70% tervaksinasi. Artinya 70% masyarakat Indonesia tervaksinasi. Bila tidak, maka kekebalan tubuh bersama tidak terjadi dan virus Covid-19 akan tetap menghantui.

“Maka itu, anjuran yang kami sampaikan melalui Fatwa nomor 2 tahun 2021 dan Taushiyah, mari kita sukseskan vaksin yang halal dan thoyib. Thoyib artinya efektif dan aman sehingga bermanfaat untuk keselamatan umat dan bangsa,” paparnya.

“Mohon doa, mohon ikhtiar, dan tawakkal kepada Allah SWT. Mudah-mudahan kita bisa terbebas dari pandemi Covid-19,” imbuhnya.

Redaktur: Abdul Halim

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos