728 x 90

BELAJAR DI SEKOLAH KEHIDUPAN

BELAJAR DI SEKOLAH KEHIDUPAN

Oleh: Prof. Dr. Muhammad Chirzin (Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta) Setiap hari adalah hari baru bagi orang yang berpikiran maju. Dalam sepekan ada tujuh hari, yaitu Ahad, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jum`at, dan Sabtu. Hari-hari itu terus berulang sejak kapan dan entah sampai kapan, tetapi pengalaman setiap insan selalu baru. Apa yang kita lakukan

Oleh:

Prof. Dr. Muhammad Chirzin

(Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)

Setiap hari adalah hari baru bagi orang yang berpikiran maju. Dalam sepekan ada tujuh hari, yaitu Ahad, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jum`at, dan Sabtu. Hari-hari itu terus berulang sejak kapan dan entah sampai kapan, tetapi pengalaman setiap insan selalu baru. Apa yang kita lakukan hari ini boleh jadi serupa dengan yang kita lakukan kemarin, tetapi tentu bukan itu.

Allah SWT berfirman dalam Al-Quran : “Mahasuci Dia yang di tangan-Nya Kerajaan; Dia berkuasa atas segalanya. Yang telah menciptakan kematian dan kehidupan, untuk menguji siapa di antara kamu yang beramal lebih baik. Dia Maha Perkasa, Maha Pengampun. (QS 67:1-2).

Tak seorang pun mandi dua kali di sungai yang sama. Seperti halnya anak bersekolah, mahasiswa berkuliah, karyawan bekerja, dan pedagang berbisnis, hari demi hari selalu ada dinamika dan perubahan. Adapun yang diharapkan tentu saja kemajuan dan peningkatan. Semua membutuhkan waktu untuk berproses. Luka pun tak mungkin sembuh seketika.

Keberhasilan dan kesuksesan dalam usaha, memberikan kenikmatan dan kepuasan tersendiri, sebagaimana kegagalan memberikan pukulan yang tidak semua orang sanggup menanggungnya.

Pencapaian dalam hidup bisa membuat orang mabuk kepayang dan menimbulkan keserakahan. Bila telah memiliki sebukit tanah, ia akan ingin punya sebukit lagi. Bila sudah menjabat dua periode, ingin menjabat tiga periode. Orang lalu berharap bisa hidup 1000 tahun bersama tujuh turunan.

Allah SWT mengingatkan dengan firman-Nya dalam Al-Quran: “Sungguh akan kau dapati merekalah orang yang paling serakah ingin hidup, bahkan melebihi orang Musyrik. Setiap orang dari mereka ingin hidup seribu tahun, tetapi hidup panjang itu bukan jaminan akan bebas dari siksaan. Allah melihat segala yang mereka lakukan. (QS 2:96).

Siapa yang berjasa akan dikenang sepanjang masa, siapa yang khianat akan diingat, dan siapa yang beramal jariyah akan menerima aliran ganjaran selama-lamanya.

Ilmuan kelas dunia, Isack Newton pernah mengatakan: “Hidup ini seperti bersepeda, kita harus terus berjalan.”

Sedangkan konseptor Republik Islam Pakistan, Mohammad Iqbal pernah berpesan: “Berhenti tak ada tempat di jalan ini. Sikap lamban berarti mati. Siapa bergerak, dialah yang maju ke depan. Siapa berhenti, sejenak sekali pun, pasti tergilas.”

Siang dan malam, sehat dan sakit, suka dan duka selalu silih berganti dalam hidup ini. Siapa yang tidak pernah sakit tak akan dapat merasakan nikmatnya sehat, dan suka pun akan lebih bermakna bila diselingi duka dan lara. Apa jadinya bila hari berlangsung gelap terus ataupun terang terus. Itulah kebijaksanaan Allah SWT Yang Maha Perkasa. Kita niscaya selalu mendekatkan diri kepada Dia Yang Maha Menghidupkan.

Firman Allah SWT : “Katakanlah, Bagaimana jika Allah menjadikan malam untuk kamu terus-menerus sampai hari Kiamat; siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan cahaya, tidakkah kamu mendengar ?” Katakanlah, Bagaimana jika Allah menjadikan siang untuk kamu terus-menerus sampai hari Kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan memberikan malam kepadamu supaya kamu istirahat ? Tidakkah kamu melihat ? Diantara rahmat-Nya, Dia menjadikan malam dan siang untuk kamu, – supaya kamu dapat beristirahat dan mencari sebagian dari karunia-Nya – dan supaya kamu bersyukur. (QS 28:71-73).

Dalam menempuh kehidupan ini, layaknya kita berjalan sampai ke batas, berlayar sampai ke pulau. Hidup yang sesungguhnya adalah perbuatan. Allah SWT berfirman dalam Al-Quran :

“Katakanlah, Bekerjalah demi kebaikan; Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang beriman akan melihat pekerjaanmu, kemudian kamu dikembalikan kepada Yang Maha Tahu segala yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS At-Taubah/9:105).

Semua orang pernah mengalami suka dan duka. Dalam pertempuranpun, selalu ada pihak yang menang dan yang kalah. Maka tidaklah pada tempatnya orang iri dan dengki kepada sesama.

Firman Allah SWT : “Janganlah merasa lemah, jangan bersedih hati, sebab kamu lebih tinggi jika kamu beriman. Jika kamu mendapat luka, merekapun mengalami luka serupa. Kami edarkan zaman di antara manusia secara bergiliran, supaya Allah mengetahui mereka yang beriman dan memberi kehormatan kepada sebagian kamu yang gugur sebagai Syahid. Allah tidak menyukai orang yang zalim. (QS 3:139-140).

Tugas manusia adalah berusaha dan terus berusaha, Allah SWT yang akan menentukan hasilnya.

Ilmuan Pakistan, Mohammad Iqbal pernah berpesan : “Berusahalah sehebat-hebatnya, hingga ketika Tuhan hendak menentukan takdirmu, Dia perlu bertanya, takdir macam apa yang kau inginkan.”

Hal itu sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Quran : “Ingatlah, ketika kamu naik ke dataran tinggi tanpa menoleh kepada siapa pun, dan Rasul memanggil-manggil dari belakang kamu, maka Dia menurunkan kesedihan demi kesedihan, supaya kamu tidak bersedih hati lagi atas segala yang sudah lepas dari tanganmu dan segala yang menimpa kamu. Allah mengetahui segala yang kamu lakukan. (QS 3:153).

Hari ini harus lebih cerdas daripada hari kemarin. Hari esok niscaya lebih bijak daripada hari ini.

Redaktur: Abdul Halim

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos