728 x 90

PERANAN KERAJAAN KERATON NUSANTARA DALAM MENJAGA INTEGRITAS WILAYAH NKRI

PERANAN KERAJAAN KERATON NUSANTARA DALAM MENJAGA  INTEGRITAS WILAYAH NKRI

Oleh : Kanjeng Senopati (Ada Upaya Kelompok Proletar Kiri (Liberal, Sekuler & Komunis) Untuk Melemahkan dan Menghapus Peranan Integritas Kerajaan Nusantara) Jatidiri masyarakat bangsa Indonesia adalah berkultur Kerajaan Nusantara ini tidak boleh di nafikan. Dan bukan berkultur republik demokrasi. Amandemen Inkonstitusional terhadap UUD 1945 lah yang telah merubah total jati diri dan kultur bangsa Indonesia

Oleh :

Kanjeng Senopati

(Ada Upaya Kelompok Proletar Kiri (Liberal, Sekuler & Komunis) Untuk Melemahkan dan Menghapus Peranan Integritas Kerajaan Nusantara)

Jatidiri masyarakat bangsa Indonesia adalah berkultur Kerajaan Nusantara ini tidak boleh di nafikan. Dan bukan berkultur republik demokrasi.

Amandemen Inkonstitusional terhadap UUD 1945 lah yang telah merubah total jati diri dan kultur bangsa Indonesia dari negara berfalsafah Pancasila (pure of culture) menjadi negara super Liberalis Sekuleris di segala bidang.

Dampaknya Indonesia tidak lagi menjadi sebuah bangsa ‘nation state’ yang berkultur religius dan berbudaya tetapi bergeser menjadi ‘citizen state’ yang liberalis, sekuleris dan marxis.

Fungsi dan peranan Kerajaan Keraton-Keraton Nusantara adalah sangat fundamental dan inti dalam geostrategi menjaga wilayah keutuhan NKRI demi terciptanya pengamanan dan keamanan terhadap aset bangsa.

Peranan Kerajaan Keraton Nusantara itu memiliki Integritas tidak sebatas sebagai pemangku adat saja tapi sebagai komponen inti kekuatan bangsa, pertahanan nasional, penjaga wilayah keutuhan NKRI dan bela negara yang strategis, memiliki Integritas penuh dan bersifat komprehensif memiliki kekuasaan teritorial.

Dalam konsep geostrategi pertahanan perspektif sistem pertahanan tergantung dari sistem kondisi ancaman.

Bahaya dan ancaman asing dari luar terhadap bangsa inilah yang mengharuskan para raja dan sultan di seluruh kerajaan keraton nusantara harus berani merasa peduli untuk mau ‘turun gunung’ bila tidak aset wilayahnya yang berharga akan mudah di caplok asing.

Kerajaan Keraton Nusantara selain harus memiliki Integritas tapi harus bersifat Komprehensif yaitu peka dan bisa menangkap situasi kondisi alam negeri dan dinamika geopolitik secara global.

Peranan Kerajaan Keraton Nusantara terhadap pemerintah bukan sebagai komponen politik atau apalagi oposisi politik kepada pemerintah.

Di sektor politik eksistensi Kerajaan Keraton Nusantara hanya berperan sebagai check dan balance pengawasan terhadap kinerja pemerintah, berhak menegur dan memberi peringatan.

Kerajaan Nusantara hakekat fungsinya adalah sebagai ‘payung’ harus dapat memayungi atau mengayomi semua unsur elemen bangsa yang ada dibawahnya yaitu unsur komponen pemerintahan dan komponen rakyat.

Negara kita mempunyai Tiga Konsep geostrategi Indonesia yaitu, Pertahanan Nasional, Keutuhan Wilayah NKRI dan Bela Negara.

Dalam konsep geostrategi Indonesia tupoksi Kerajaan Keraton Nusantara berperan inti sebagai penjaga ‘Keutuhan Wilayah NKRI’.

Karena hanya peranan dari kerajaan dan kesultanan sebagai komponen terdepan yang dapat sebagai benteng kekuatan pertahanan menjaga, melindungi dan mengawasi bumi, tanah, air dan SDA (Sumber Daya Alam) di wilayahnya teritorialnya masing-masing.

Ada Tiga Komponen Inti Kekuatan bangsa di Indonesia yaitu :

1. Umat Islam.

2. Kerajaan Keraton Nusantara.

3. Tentara Nasional Indonesia.

Pertahanan Nasional komponennya adalah Tentara Nasional Indonesia.

Keutuhan Wilayah NKRI, komponennya adalah Kerajaan Keraton Nusantara.

Bela Negara komponennya adalah Umat Islam Indonesia.

Peranan Kerajaan Keraton nusantara merupakan komponen inti kekuatan bangsa yang harus berintegritas berperan sebagai Penjaga Keutuhan Wilayah NKRI.

Yaitu sebagai penguasa dan penjaga teritorial aset wilayah SDA (Sumber Daya Alam) sangat penting diwilayahnya yang berupa bumi, tanah, air dan sumber daya alam dibawahnya.

Kerajaan Keraton-Keraton di Nusantara bukan hanya sebatas sebagai pemangku adat, penjaga masyarakat budaya dan pusat khazanah budaya saja.

Tapi Kerajaan Keraton Nusantara harus berintegritas tidak sebatas berperan sebagai pemangku adat. Tapi harus tunjukkan Integritasnya sebagai pemimpin masyarakat, penguasa hukum adat, pengayom, pewaris dan penjaga teritorial wilayah adatnya.

Peranan Kerajaan Keraton Nusantara akan mengalami degradasi kemerosotan kemunduran yang awalnya sebagai simbol kekuatan kultur bangsa yang memiliki Integritas sekarang di lunturkan dan di remove peranannya.

Mereka berusaha menjatuhkan pamor dan peranan Raja dan Sultan di kerajaan keraton nusantara dan berhasil melalui tangan BIN membuat ‘modus’ dengan dimunculkan kerajaan abal-abal dengan menciptakan “Keraton Sejagad” dan “Sunda Empire”.

Itu dalam rangka agar masyarakat Indonesia yang memang aslinya ‘berkultur kerajaan’ akan menjadi antipati dan ‘alergi’ dengan yang berbau Kerajaan.

Ada upaya sedini mungkin untuk mendegradasi (menurunkan, menjatuhkan) pamor dan wibawa kerajaan nusantara dalam bentuk dagelan, dongeng dan khayalan di siang bolong.

Ini adalah rencana kaum radikal ‘Proletar’ yaitu kelompok kiri Komunis yang bersemayam di kelompok Liberal mereka memang anti monarki anti sistem kerajaan dan anti Syariah Agama.

Kaum radikal proletar kiri dibantu oleh kelompok radikal liberal saat ini sedang berusaha menguasai dengan mencengkeram kuku babinya masuk kedalam lapisan institusi pemerintah dan elemen masyarakat secara global di negeri bumi nusantara ini.

Sasaran mereka adalah melemahkan dan menghancurkan konsep geostrategi geopolitik Indonesia yaitu Pertahanan Nasional, Keutuhan Wilayah NKRI dan Bela Negara.

Yaitu dengan mengkebiri peranan TIGA komponen inti kekuatan bangsa yaitu :

– Kerajaan Keraton Nusantara, sebagai komponen Keutuhan wilayah NKRI.

– Umat Islam Indonesia, sebagai komponen Bela Negara.

– Tentara Nasional Indonesia, sebagai komponen Pertahanan Nasional.

Kekuatan bangsa akan terwujud dan menuju Indonesia maju dan kuat bila Kerajaan Keraton Nusantara berkolaborasi dengan dua komponen inti yaitu komponen umat Islam dan komponen Militer

Jadikan kemanunggalan Tiga Komponen Inti Bangsa ini sebagai leader, pewaris dan pelindung garda di bumi nusantara.

(Penulis adalah : Analisis Spiritual, Geostrategi, Geopolitik Indonesia & Pemerhati Kerajaan Keraton Nusantara).

Redaktur: Abdul Halim

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos