728 x 90

WAJIB DIUSUT KETUA MAJELIS HAKIM PENGADILAN NEGERI BATAM

WAJIB DIUSUT KETUA MAJELIS HAKIM PENGADILAN NEGERI BATAM

Oleh: Kolonel TNI (Purn) Sugengwaras Apapun alasannya, sangat Paradok, ketika Ketua Pengadilan Negeri Batam memvonis Bebas terhadap Song Chuanyu , terdakwa Penganiayaan ABK WNI di kapal China hingga tewas. Hukum telah mengikat untuk dipatuhi aturannya, dan memaksa untuk menjatuhkan sangsi bagi yang melanggar. Ini dilakukan terhadap siapa saja, dan berlaku sama didepan hukum, tak terkecuali

Oleh:

Kolonel TNI (Purn) Sugengwaras

Apapun alasannya, sangat Paradok, ketika Ketua Pengadilan Negeri Batam memvonis Bebas terhadap Song Chuanyu , terdakwa Penganiayaan ABK WNI di kapal China hingga tewas.

Hukum telah mengikat untuk dipatuhi aturannya, dan memaksa untuk menjatuhkan sangsi bagi yang melanggar.

Ini dilakukan terhadap siapa saja, dan berlaku sama didepan hukum, tak terkecuali tukang rumput sampai Presiden RI.

Tidak ada diskresi hukum bagi individu, kecuali untuk kepentingan orang banyak/umum.

Maka vonis bebas terhadap Chuanyu WN China layak diduga sebagai akibat tekanan, pesanan atau kemauan nafsu pribadi penguasa.

Ini salah satu contoh kecil kasus hukum di Indonesia, yang amat sangat mencederai keadilan manusia atau sosial, yang kesekalian kalinya terjadi di negeri ini.

Merambat kevkasus lain, akhirnya kita merenung kembali, tentang nasib sial ulama HRS dan nasib untung Jokowi sang Presiden RI.

Mata bangsa harus melek terhadap ketimpangan dan ketidak adilan ini.

Lantas, benarkan rakyat trauma terhadap tindakan yang telah dilakukan oleh aparat, terutama Polisi ? Salah besar !

Jika ada kesalahan aparat Kepolisian, bukan berarti untuk dibiarkan, tapi harus dituntut tuntas.

Lembaga Kepolisian yang mulia dan terhormat ini harus diisi oleh orang orang terhormat pula, artinya mereka yang berjiwa ksatria, yang konsisten dan konsekwen terhadap peran, fungsi, tugas, doktrin dan sumpahnya.

Ini juga kesalahan rakyat kebanyakan yang menggeneralisir Polisi sebagai biang kerok kesalahan.

Kita harus paham dan mau melihat secara obyektif, tentang personil Kepolisian.

Jujur saya katakan, masih sangat banyak Polisi yang baik, berakhlaq, bermoral dan berkarakter mulia, melebihi diri kita sendiri.

Namun harus diakui, tidak kurang para pimpinan Polisi yang bermental bobrok, jika tidak mau disebut pengkianat !

Mereka inilah, yang hobbynya memburu, membidik, mengintimidasi, menangkap dan mempidanakan orang orang yang dianggap membahayakan Negara atau kekuasaannya. Inilah yang harus diperhatikan dan diwaspadai oleh rakyat Indonesia.

Ingat, negara kita adalah negara hukum, yang dituangkan dalam undang undang dan peraturan perundang undangan.

Tidak ada ceritanya main tangkap, main gebuk, main tembak semaunya dan seenak perutnya sendiri.

Sebesar dan sekuat apapun suatu badan atau instansi, akan hancur jika mempraktekkan cara cara tindakan hukum yang melanggar hukum.

Pengalaman membuktikan, Dwi Fungsi ABRI, pernah sirna ketika rakyat menilai tidak bisa diterima.

Maka tidak ada bedanya kini, para pejabat yang melanggar hukum harus disingkirkan secara hukum dan demi hukum.

Rakyat harus paham, harus berani dan harus bertindak, mulai sekarang !

Jangan biarkan, karena jabatan dan kedudukannya, seenaknya dan semaunya menjalankan kekuasaanya, termasuk para Menteri dan Presiden.

Bukan saatnya lagi, kita hanya berkoar koar, berteriak teriak, membenci dan mencurigai kepada orang orang yang diduga menyalah gunakan wewenang dan kekuasaannya.

Gunakan profesi, kedudukan, jabatan, kemampuan dan kekuatan kita, dimanapun dan ditingkat apapun, kita maju, kita lawan, kita bongkar kebobrokan yang ada disekitar kita, dengan akhlaq, moral dan etika yang baik, diiringi semangat kebangsaan, keteladanan, komunikatif, elegant , jujur, benar, ikhlas dan bermartabat.

Hilangkan ketakutan terhadap moncong senjata, karena bagi petugas yang benar, tidak akan mengarahkan moncong senjata kepada orang yang tidak bersalah, serta tidak akan memborgol dan memenjarakan kepada orang yang benar.

Sebagai orang beragama, kita harus yakin, hidup, mati, jodoh ada yang mengatur dan punya alamat masing masing. Percayalah, pada akhirnya kebenaran tetap mulia dan kesalahan tetap hina.

Dunia berputar dan berbalik, maka tidak mustahil yang kini gagah perkasa dibelakang kekuasaanya, kelak cepat atau lambat akan hina dibalik jeruji besi.

Wait and see !

(Bandung, Senin, 1 Maret 2021, Sugengwaras)

Redaktur: Abdul Halim

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos