728 x 90

TRAGEDI BERDARAH KM 50, PURNAWIRAWAN KOLONEL TNI-AD KIRIM SURAT TERBUKA KEPADA PRESIDEN JOKOWI

TRAGEDI BERDARAH KM 50, PURNAWIRAWAN KOLONEL TNI-AD  KIRIM SURAT TERBUKA KEPADA PRESIDEN JOKOWI

Jakarta – Djakartatoday.com Meski sudah berlangsung lebih dari tiga bulan dan telah ada rekomendasi dari hasil investigasi Komnas HAM yg diserahkan kepada Presiden Jokowi, namun hingga sekarang belum ada titik terang siapa dalang atau aktor intelektual dibalik tragedi berdarah yg telah mengguncang sendi sendi hukum di negara Pancasila ini. Bahkan tragedi terbunuhnya 6 Laskar FPI

Jakarta – Djakartatoday.com

Meski sudah berlangsung lebih dari tiga bulan dan telah ada rekomendasi dari hasil investigasi Komnas HAM yg diserahkan kepada Presiden Jokowi, namun hingga sekarang belum ada titik terang siapa dalang atau aktor intelektual dibalik tragedi berdarah yg telah mengguncang sendi sendi hukum di negara Pancasila ini.

Bahkan tragedi terbunuhnya 6 Laskar FPI pengawal setia Habib Rizieq Shihab (HRS) pada 7 Desember 2020 itu, sampai sekarang belum ada tersangkanya. Maka tidaklah mengherankan jika rakyat Indonesia yg cinta keadilan banyak yg menanyakan, termasuk Kolonel TNI (Purn) Sugengwaras.

Untuk itu, mantan Perwira Menengah TNI AD yg dikenal Ahli Persenjataan ini, sengaja mengirim Surat Terbuka yg ditujukan kepada Presiden Jokowi dan para pejabat tinggi negara lainnya. Inilah isi Surat Terbuka tersebut.

SURAT TERBUKA

Kepada Yth :

1. Presiden RI, Joko Widodo.

2. Ketua DPR RI, Puan Maharani.

3. Panglima TNI, Marskal TNI Hadi Tjahjanto.

4. KAPOLRI, Jendral (Pol) Listyo Sigit Prabowo.

5. Ketua Komnas HAM RI, Ahmad Taufan Damanik.

Assalaamu’alaikum

Tanpa mengurangi rasa hormat, ijinkan saya Kolonel TNI (Purn) Sugengwaras, menyampaikan beberapa hal sbb :

1. Sebagai WNI, saya menyampaikan salam hormat atas beberapa prestasi yang telah bapak capai untuk kepentingan Rakyat dan NKRI.

2. Sebagai WNI, berdasarkan apa yang saya lihat, dengar dan rasakan, terdapat keprihatinan saya tentang gonjang ganjing, ketidak adilan, rapuhnya penegakan hukum, arogansi dan kesewenang wenangan penguasa, kemerosotan ekonomi, menggunungnya hutang, penyalahgunaan wewenang, korupsi merajalela dan yang lebih mengerikan campur tangannya orang Asing China dalam pengelolaan sumber daya alam dan wilayah, yang nyaris membuat TNI POLRI hanya sebagai garda terdepan dan benteng terakhir rezim, yang tidak mengutamakan kepentingan negara.

Saya yakin, masih sangat banyak anggota TNI POLRI yang berhati mulia terhadap bangsa dan negara ini, hanya karena sistim dan karakter para oknum pemimpin sehingga keadaan menjadi seperti sekarang ini.

Banyaknya kasus yang mengatas namakan hukum dan politik yg mencerminkan ketidak jujuran, ketidak benaran dan ketidak adilan para penegak hukum, terlebih pada kasus penangkapan dan penahanan HRS dan terbunuhnya 6 orang Laskar FPI pengawal HRS.

Jauh dari pemikiran kepentingan kelompok dan ingin mengutamakan kepentingan orang banyak, bersama ini saya memohon :

(a). Bantu fasiliasi saya, untuk menuntaskan dugaan kebohongan besar Kepolisian RI dan Komnas HAM RI dalam menangani kasus Km 50 Jalan Tol Jakarta Cikampek, yang menewaskan 6 orang Laskar FPI tersebut.

(b). Jujur, saya merasa kecewa terhadap para pejabat yang diamanahi negara dalam menangani masalah ini, yang tidak mencerminkan kejujuran, kebenaran, keadilan dan transparansi.

Bapak Presiden, Ibu Ketua DPR RI, bp Panglima TNI, bp Kapolri dan bp Ketua Komnas HAM RI.

Percayalah, demi hukum dan demi martabat NKRI, insya Allah saya akan mampu membongkar ketidak benaran dan kebohongan ini.

Biarlah, sesuai kemampuan saya, akan saya tunjukkan kepada rakyat dan bangsa ini, bahwa masih ada seorang warga negara yang peka dan peduli terhadap Pancasila, yang kini dalam keadaan tak bersayap dan terkoyak koyak ini.

(c). Hidup, mati, rezeki dan jodoh, ada yang mengatur, yakni Allah SWT.

Saya akan bersyukur jika Allah SWT memberikan kesehatan kepada saya sebelum, selama dan sesudah terlaksananya penanganan masalah ini. Sebaliknya, saya sudah pasrah dan ikhlas seandainya Allah SWT mengambil nyawa saya setelah menulis Surat Terbuka ini.

Semoga bapak dan ibu yang saya maksud diatas, juga haqqul yakin bahwa dialam kubur nanti, segala sesuatu tidak bisa direkayasa dan tidak ada yang membantu, membela atau melindungi kita, selain Amal perbuatan baik kita selama hidup di dunia yg sebentar dan fana ini.

Sebagai Purnawirawan TNI AD, saya mengingatkan dan menghimbau, bahwa seorang Purnawirawan hanyalah purna tugas aktif dan bukan purna mengabdi kepada Negara dan Bangsa.

Oleh karenanya, marilah sebagai mantan Prajurit, kita peka dan peduli bersama rakyat untuk mendukung kebijakan Negara yang baik, namun harus mengkritisi dan mengarahkan kebijakan yang salah atau menyimpang dari cita cita luhur para pendiri bangsa, dengan memedomani Akhlaq, Moral, Pancasila, UUD 45, Konstitusi, Sapta Marga, Sumpah Prajurit, Tri Brata dan Catur Prasetya Polri, Beretika, Komunikatif yang sehat, Bermartabat dan Ikhlas.

Semoga, kekompakan dan kebersamaan Rakyat, demi Kedaulatan, Kesejahteraan, Keadilan dan Kemajuan NKRI akan segera terwujud. Aamiin….YRA🤲

(Bandung, Kamis, 4 Maret 2021, Sugengwaras)

Redaktur: Abdul Halim

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos