728 x 90

MELALUI JEBAKAN INVESTASI, PIHAK ASING MULAI BERANI INTERVENSI UNTUK KUASAI KERATON SURAKARTA

MELALUI JEBAKAN INVESTASI, PIHAK ASING MULAI BERANI INTERVENSI UNTUK KUASAI KERATON SURAKARTA

Oleh : Kanjeng Senopati Kita sudah dididik dan diajarkan oleh para leluhur Mataram untuk _Beradab dan Santun_ tapi kita _Tegas, Berani dan tetap Berwibawa_ menghadapi lawan, musuh atau intervensi Asing. Mereka sudah mulai berani memasang jaring laba-laba ke dalam Keraton, dengan iming-iming investasi. Mereka sudah menyisir kedalam Keraton karena mereka paham bahwa bangsa ini memiliki

Oleh :

Kanjeng Senopati

Kita sudah dididik dan diajarkan oleh para leluhur Mataram untuk _Beradab dan Santun_ tapi kita _Tegas, Berani dan tetap Berwibawa_ menghadapi lawan, musuh atau intervensi Asing.

Mereka sudah mulai berani memasang jaring laba-laba ke dalam Keraton, dengan iming-iming investasi.

Mereka sudah menyisir kedalam Keraton karena mereka paham bahwa bangsa ini memiliki Tiga Komponen Kekuatan Inti Bangsa, yang akan bangkit kembali, yaitu :

1. Kerajaan Keraton Nusantara.

2. Umat Islam Indonesia.

3. Militer (TNI).

Bagi mereka Tiga Komponen ini kalau bangkit dan bersatu menjadi sebuah Ancaman Besar.

Ketiga Komponen ini yang akan ‘Manunggal’ menjadi satu hegemoni Kekuatan Besar yang pasti ini akan mengganggu intervensi pihak asing.

Karena Tiga Komponen Inti bangsa itu berfungsi sebagai sebagai _pemimpin, pewaris dan penjaga_ negeri nusantara ini.

_Komponen Militer_ adalah ‘Tentara” berfungsi sebagai penjaga Pertahanan Nasional.

_Komponen Kerajaan Keraton Nusantara_ adalah ‘pewaris’ berfungsi sebagai penjaga Aset dan Keutuhan wilayah NKRI.

_Komponen Umat Islam Indonesia_ adalah ‘Leader’ pemimpin berfungsi penjaga Bela Negara.

Dua komponen inti ini sudah berhasil dimutilasi dan dikebiri yaitu _komponen Umat Islam_ dan _komponen TNI atau Militer_. Tinggal satu komponen yang belum yaitu _komponen Kerajaan Keraton Nusantara_.

Mereka saat ini mulai mencoba melakukan _approach_ dan _infiltrasi_ dengan menyisir ke dalam komponen Kerajaan, karena Keraton memiliki sumber aset dan dana yang luar biasa besar pemerintah negara ini tidak ada apa-apanya.

Tujuannya memutilasi Keraton sebagai pusat kerajaan nusantara, khususnya Keraton trah Mataram pertama bertujuan kepentingan politik kelompok mereka agar Keraton tidak memiliki integritas tidak memiliki kekuatan konstitusi untuk menyatukan seluruh kerajaan Nusantara karena sudah dikuasai dan diremote oleh mereka.

Kedua karena mereka ingin menguasai dan memegang kunci sumber ‘dana amanah’ Keraton dan aset tetap Keraton yang masih tersimpan dan tersebar di seluruh nusantara dan dunia.

Ketiga karena institusi Kerajaan Mataram yang akan bakal menjadi induk kekuatan sebagai acuan atau barometer dan _mercusuar_ seluruh kerajaan Keraton Nusantara nantinya ini sebagai ancaman.

Saat ini mereka sudah mulai menggerayangi Keraton Surakarta dibuat framing ke publik bahwa ‘permasalahan ekonomi’ adalah penyebab ontran-ontran didalam keluarga Keraton

Ini Tidak Benar. Karena Keraton Surakarta sangat kaya dan assetnya terbentang luas sampai keluar Nusantara. Dan ontran-ontran Keraton bukan disebabkan karena permasalahan ekonomi tapi masalah ‘amanat leluhur’.

Mereka boleh menanam investasi, tapi mereka tidak boleh ‘intervensi’ ke keraton, mereka akan mengadakan perjanjian dengan iming-iming perbaikan ini dan itu ‘demi Keraton’.

Hati-hati jika ada yg ingin menawarkan investasi untuk Keraton Surakarta. Tidak akan mungkin tidak ada kompensasi disana walaupun menggunakan atas nama pemerintah sendiri. Minimal ada kompensasi dan intervensi kedalam Keraton.

Kita tidak akan percaya mereka ingin memberi dana besar investasi, Memangnya dari mana dana tersebut ? Kas negara sudah zonk.

Kas negara saat ini sudah bodong ‘kosong’ tidak ada dana sepeser pun negara ini mulai per September 2020 sudah dibawah nol alias ‘min’ !

Negara saat ini sedang mengalami resesi berat keuangan. Malah sebenarnya kekuatan dana terbesar itu berada di kerajaan-kerajaan nusantara termasuk di kerajaan Keraton Surakarta dan Keraton Jogja.

Saking paniknya tidak ada dana sampai semua sektor dipajakin rakyatnya yang semakin meratap. Itu saja mereka sudah berhasil ‘ngembat’ dana haji milik umat, dana Asabri, dana Jiwasraya dll.

Kok beraninya nawar-nawarkan dana investasi ke Keraton, memang dana investasi dari mana?

Hati-hati jika ‘mereka’ bilang mau bantu dana investasi untuk Keraton, karena dana bersumber dari para Kapitalis Aseng Cina.

Kalau ‘deal’ maka berhasil dan habislah semua aset Keraton, mereka akan bisa leluasa ikut merasa memiliki dan kuasai Keraton dan aset Keraton seluruhnya.

Keraton Surakarta dalam masalah ekonomi tidak perlu kuatir karena bisa membangun sendiri peradabannya dengan aset-aset yang tampak maupun yang ‘tidak tampak’ karena Keraton Mataram Surakarta dan Jogja sangat kaya raya.

Maka bantuan apapun dari mana saja bila tujuannya untuk menguasai Keraton Surakarta Hadiningrat sebaiknya Keluar saja melalui Pintu Belakang.

Keraton Surakarta ditekan justeru bangkit dan menjadi kuat barisannya.

Menurut _pujangga Ronggowarsito_ leluhur saya peradaban kejayaan Kerajaan Mataram akan muncul dan bangkit kembali setelah melewati masa-masa penekanan dan kegelapan ini dan akan muncul generasi baru, Generasi New Mataram.

(Penulis adalah : Analisis Spiritual Geostrategi Geopolitik Indonesia & Pemerhati Kerajaan Keraton Nusantara. Adalah Cucu Buyut Dalem PB X, Wayah Dalem Soeriohamidjoyo Keraton Surakarta Hadiningrat).

Redaktur: Abdul Halim

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos