728 x 90

TRAGEDI DEMOKRASI PARTAI DEMOKRAT

TRAGEDI DEMOKRASI PARTAI DEMOKRAT

Oleh: M. Din Syamsuddin Saya terusik untuk berpendapat tentang Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang Sumatera Utara, karena telah menciptakan kegaduhan nasional dan mengganggu tatanan demokrasi Indonesia. KLB itu menampilkan atraksi politik dan tragedi demokrasi yang fatal. 1. Pelaksanaan KLB itu membuktikan bahwa upaya pendongkelan terhadap kepemimpinan AHY sebagai Ketua Umum Partai

Oleh:

M. Din Syamsuddin

Saya terusik untuk berpendapat tentang Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang Sumatera Utara, karena telah menciptakan kegaduhan nasional dan mengganggu tatanan demokrasi Indonesia. KLB itu menampilkan atraksi politik dan tragedi demokrasi yang fatal.

1. Pelaksanaan KLB itu membuktikan bahwa upaya pendongkelan terhadap kepemimpinan AHY sebagai Ketua Umum Partai Demokrat yang sempat dibantah oleh pihak yang dituduh sebagai pelaku, ternyata bukan isu apalagi rumor. Bantahan itu telah berfungsi semacam _self fulfilling prophecy_ atau hal yg diciptakan untuk menjadi kenyataan.

2. Sesuai informasi yang ada, pelaksanaan KLB yang tidak berizin tersebut tidak sesuai dengan AD & ART Partai Demokrat, dan bertentangan dengan paradigma etika politik berdasarkan Pancasila.

3. Penting untuk dipertanyakan, apakah keterlibatan Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal TNI (Purn) Moeldoko pada KLB sudah seizin Presiden Joko Widodo sebagai atasannya atau tidak ? Jika Presiden Joko Widodo mengizinkan atau memberi restu, maka dapat dianggap Presiden telah mengintervensi sebuah partai politik dan merusak tatanan demokrasi. Jika beliau tidak pernah mengizinkan, maka Jenderal TNI (Purn) Moeldoko layak dipecat dari KSP karena merusak citra Presiden. Jika dia memimpin partai politik, maka akan mengganggu pelaksanaan tugasnya sebagai KSP.

4. Maka yang tepat dan terbaik bagi Pemerintah adalah menolak keputusan KLB tersebut. Jika Pemerintah mengesahkannya, maka akan menjadi preseden buruk bagi pengembangan demokrasi di Indonesia, dan berpotensi menciptakan kegaduhan nasional.

Penulis: M. Din Syamsuddin (Guru Besar Pemikiran Politik Islam, FISIP UIN Jakarta).

Redaktur: Abdul Halim

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos