728 x 90

TAHUN INI PEMERINTAH SIAPKAN TIGA SKENARIO HAJI

TAHUN INI PEMERINTAH SIAPKAN TIGA SKENARIO HAJI

Jakarta – Djakartatoday.com Meski banyak yg optimis tahun ini masa pandemi Covid-19 akan segera berakhir, sehingga pemberangkatan jamaah haji di seluruh dunia akan kembali normal termasuk dari Indonesia yg memiliki kuota 211.000 jamaah haji, namun Pemerintah tetap menyiapkan tiga skenario bagi jamaah haji Indonesia. Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Saadi mengungkapkan, penyelenggaraan haji di masa

Jakarta – Djakartatoday.com

Meski banyak yg optimis tahun ini masa pandemi Covid-19 akan segera berakhir, sehingga pemberangkatan jamaah haji di seluruh dunia akan kembali normal termasuk dari Indonesia yg memiliki kuota 211.000 jamaah haji, namun Pemerintah tetap menyiapkan tiga skenario bagi jamaah haji Indonesia.

Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Saadi mengungkapkan, penyelenggaraan haji di masa pandemi Covid-19 ini, Pemerintah telah menyiapkan tiga skenario. Kemenag juga telah menyiapkan dokumen secara bertahap sampai pembahasan biaya haji bersama Komisi VIII DPR RI.

“Kami siapkan tiga skenario yakni kuota penuh, opsi terbatas dan opsi terburuk tidak memberangkatkan jamaah haji di tahun ini,” katanya.

Sementara angka kasus positif Covid-19 terus menurun, maka Pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama (Kemenag) memandang perlu merumuskan langkah-langkah strategis menghadapi dibukanya ibadah haji 2021 atau 1441 H. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan sejumlah kebijakan untuk menghadapi dibukanya kembali umrah di tengah pandemi Covid-19.

Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan, salah satu tujuan penyelenggaraan haji adalah memberikan pembinaan, pelayanan dan perlindungan bagi jamaah haji. Selama lima tahun sebelum masa pandemi, indeks kepuasan jamaah haji Indonesia terus meningkat.

“Tentu kami tidak hanya ingin memberikan kenyaman dan keamanan jamaah, dengan menyiapkan makanan dan pesawat yang bagus. Tetapi kami ingin membantu para jamaah bisa menjalankan ibadah haji dengan baik,” ujar Zainut saat menjadi pembicara kunci dalam webinar bertajuk “Haji dan Umrah di Masa Pandemi”, secara online, yang diselenggarakan oleh jagatbisnis.com dan indoposco.id di Hotel Aston, TB Simatupang, Jakarta Selatan, Rabu (10/3/2021).

Zainut mengungkapkan, Kementerian Agama (Kemenag) terus mendukung peningkatan pembinaan ibadah haji dan melakukan inovasi yang mendukung pelaksanaan ibadah haji. Seperti perbaikan manasik haji sepanjang tahun bagi jamaah haji Indonesia. Lalu, menyempurnakan hukum manasik haji, agar memudahkan jamaah untuk memahami seluk beluk ibadah haji.

“Kami juga terus meningkatkan saran dan prasarana haji, seperti membuka embarkasi Jabar di Majalengka, dan fasilitas pemondokan haji di Indramayu yang ditargetkan bisa digunakan pada musim haji 2021,” katanya.

Kemenag juga memberikan percepatan layanan proses imigrasi. Sehingga, jamaah haji tidak perlu mengikuti geometrik yang memerlukan waktu lama di Arab Saudi.

“Kami juga bangun Pusat Layanan Haji Umrah Terpadu (PLHUT). Ini untuk memudahkan masyarakat lebih efektif dan efesien mendaftar haji di daerah,” tegasnya.

Pemerintah juga telah membangun sarana haji di Bandara Jeddah, Arab Saudi, dengan memperluas ruang lobby VIP untuk jamaah haji Indonesia. Kemudian, pemerintah juga telah menerapakan zonasi untuk penyelenggaraan haji. Pelaksanaan tes calon petugas haji, menurut Wamenag, dilaksanakan di daerah.

“Ini untuk menjaga transparansi berasis komputer (online). Kita juga tingkatkan konsumsi makan ditargetkan menjadi 50 kali di 2021,” ungkapnya.

Dikatakan Wamenag, pemerintah terus bekerja menyiapkan opsi kuota penuh dengan asumsi kuota normal 221.000 jamaah haji dengan biaya haji merujuk 2020 rata-rata Rp35.235.602 per jamaah. Jamaah akan didampingi petugas haji kloter dan non kloter sebanyak 4.200 petugas. Petugas haji sebanyak 3.400 orang dan petugas pembimbing haji sebanyak 18.000 orang.

“Semua skenario ini masih sangat tergantung dari Pemerintah Arab Saudi. Terakhir Menteri Agama sudah melakukan komunikasi dengan Menteri Haji Arab Saudi. Namun masih menunggu, karena kewenangan memberikan ketentuan kepastian haji oleh Raja Salman bin Abdul Aziz Al Saud,” ungkapnya.

Diskusi tersebut dihadiri narasumber Pemimpin Wilayah VIII Jakarta 1 PT Pegadaian (Persero), Haji Mulyono, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI), HM Farid Al Jawi, Direktur PT Istiqlal Wisata, Ustadz H. Ahmad Muzzaki Kamali dan dipandu oleh Pemimpin Redaksi Indoposco.id, Juni Armanto.

Redaktur: Abdul Halim

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos