728 x 90

WAHAI PARA HAKIM, BUKA MATA HATIMU, JIKA ENGKAU BERKHIANAT, SIKSA NERAKA JAHANAM MENUNGGUMU !

WAHAI PARA HAKIM, BUKA MATA HATIMU, JIKA ENGKAU BERKHIANAT, SIKSA NERAKA JAHANAM MENUNGGUMU !

Oleh : Kolonel TNI (Purn) Sugengwaras Ini bukan provokasi, juga bukan pandangan sempit sektoral, tetapi demi keselamatan siapapun korban, tersangka, terduga maupun terdakwa yang mempunyai hak dan kewajiban sebagai manusia yang harus dimanusiakan ! Bahwa umat Islam merupakan kekuatan potensial bangsa Indonesia adalah benar adanya. Oleh karenanya dibuatlah potensi itu dicabik cabik, dirobek robek, dipisahkan

Oleh :

Kolonel TNI (Purn) Sugengwaras

Ini bukan provokasi, juga bukan pandangan sempit sektoral, tetapi demi keselamatan siapapun korban, tersangka, terduga maupun terdakwa yang mempunyai hak dan kewajiban sebagai manusia yang harus dimanusiakan !

Bahwa umat Islam merupakan kekuatan potensial bangsa Indonesia adalah benar adanya. Oleh karenanya dibuatlah potensi itu dicabik cabik, dirobek robek, dipisahkan dan dibentur benturkan sesamanya, hingga keadaan porak poranda seperti sekarang.

Saya merasa, nyaris tidak ada yang salah dimanapun umat Islam berada dan berpihak, bisa jadi mereka hanya korban ketidak pahaman dan ketidak mengertiannya, akibat hasutan, dorongan, ajakan dari segelintir oknum pejabat atau penguasa yang berkianat dan telah dibutakan mata hatinya untuk kemuliaan bangsa Indonesia ini.

Tanpa mengecilkan makna umat yang lain, PERSATUAN DAN KESATUAN UMAT ISLAM merupakan KUNCI POKOK kejayaan NKRI.

Oleh karenanya, hentikan dan sadarlah kepada saudara saudaraku, terutama para tokoh dan ulama untuk tidak saling menyalahkan sesamanya.

Fahami dan sadari bahwa telah lama umat Islam dibuat dikondisikan dan diciptakan seperti ini.

Saya menyesal, kepada kinerja Badan Inteljen Negara (BIN) yang tak kunjung valid dan akurat dalam.memberikan informasi dan inteljen kepada Pemerintah, sehingga Pemerintah salah langkah dan tindak dalam menjalankan dan membawa negara ini.

Juga saya menyayangkan kepada kebanyakan saudara saudaraku yang mudah terhasut, hanyut dan larut dalam kecanggihan Iptek dan komunikasi, sehingga dengan mudah dan cepat kita diperangkap dan diadu domba melalui argumen argumen yang seolah realistik.

Sesungguhnya, tegaknya negara ini sangat tergantung tegaknya hukum yang mencerminkan beradab, bermartabat, benar dan adil.

Faktanya, banyak para penegak hukum, yang terkontaminasi dengan faktor faktor tekanan, arahan maupun keadaan.

Mulai dari masalah rakyat kecil, akar rumput hingga para tokoh dan penguasa, indikasi kesewenang wenangan oknum penegak hukum bak memposisikan dirinya setingkat Malaikat.

Sering terjadi, masalah masalah yang ada dipolitisir, sebaliknya begitu fatalnya membuat langkah tindak bak berawal dari akhir dan berakhir diawal.

Konkritnya, begitu mudah dan beraninya memanipulasi prosedur, waktu dan keputusan, yang memperlihatkan ketidak solidan dan ketidak validan para Hakim dalam menangani perkara.

Contoh kecil, pelaksanaan persidangan suatu perkara, Hakim sering seenaknya membuat jadwal persidangan yang dengan mudah dan beraninya dilanggar sendiri, baik diulur ulur, diabaikan bahkan ditunda tunda

Otak dan hati Hakim nyaris mati rasa bahwa siapapun yang jadi korban terduga, terdakwa maupun tersangka, disamping ada asas praduga tak bersalah, juga tidak terlepas mencari nafkah, kelangsungan hidup dan kepentingan keluarga lainnya.

Tidak hanya pada perkara kecil seperti urusan anak anak, tapi perkara besar seperti Habib Rizieq Shihab (HRS) juga nampak penanganan yang tidak serius dan main main.

Adakah maksud dibalik itu semua ? Semisal sengaja untuk menimbulkan keributan, kerusuhan dan kegaduhan ?

Apapun alasannya, hal diatas telah mencerminkan ketidak profesionalnya sebagai penegak hukum, penegak disiplin maupun penegak kebenaran dan keadilan.

Dengan kata lain, banyak hal hal yang telah ditentukan oleh Hakim, dilanggar oleh Hakim itu sendiri. Kapan berhentinya sikap Hakim seperti ini ?

Kita wajib kritisi dan koreksi, terhadap para Hakim baik yang disengaja maupun tidak disengaja melanggar aturanya sendiri.

Sekali lagi, saya mengajak seluruh bangsa ini, tidak beranggap kepada siapapun yang sedang jadi korban, tersangka, terduga maupun terdakwa, seolah mudah dilecehkan tidak dimanusiakan, karena bisa jadi mereka yang berkianat adalah para Hakim itu sendiri.

Wahai para Hakim, jika engkau berkhianat terhadap kebenaran dan keadilan demi membela rezim zalim, niscaya siksa Neraka Jahanam telah menunggumu. Naudzubillah min dzalik.

(Jakarta, Kamis, 18 Maret 2021, Sugengwaras)

Redaktur: Abdul Halim

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos