728 x 90

MESKI TERJAL & CURAM, HUKUM JANGAN JADI ALAT KEKUASAAN

MESKI TERJAL & CURAM, HUKUM JANGAN JADI ALAT  KEKUASAAN

Oleh: Kolonel TNI (Purn) Sugengwaras Menarik, proses persidangan HRS, mengundang banyak pihak membahas dan mempertimbangkan masalah keadilan, keseimbangan, kekuasaan hakim dan kebebasan terdakwa. Nampaknya, apa yang diputuskan benar belum tentu dirasa adil, sebaliknya apa yang diputus secara adil belum tentu di anggap benar. Hakim yg katanya mewakili Tuhan didunia, tapi hakim juga manusia biasa. Pendapat

Oleh:

Kolonel TNI (Purn) Sugengwaras

Menarik, proses persidangan HRS, mengundang banyak pihak membahas dan mempertimbangkan masalah keadilan, keseimbangan, kekuasaan hakim dan kebebasan terdakwa.

Nampaknya, apa yang diputuskan benar belum tentu dirasa adil, sebaliknya apa yang diputus secara adil belum tentu di anggap benar.

Hakim yg katanya mewakili Tuhan didunia, tapi hakim juga manusia biasa.

Pendapat bahwa hakim sebagai penguasa tertinggi dalam persidangan, ironis dengan pendapat bahwa terdakwa mempunyai kebebasan tertinggi dalam persidangan.

Saya sebagai awam hukum barangkali tidak sama maknanya untuk tidak layak campur tangan terjun melerai perhelatan ini, karena bagi saya penting dalam proses hukum, tapi lebih penting hasil produk hukum.

Kebenaran mutlak, tapi rasa keadilan bagi suku pedalaman Papua berbeda dengan masyarakat dikota kota besar di Indonesia.

Tak ketinggalan, begitu besar dan mulianya peransi Kepolisian kita, sampai sampai terbayang bagaimana jika hanya satu hari saja, tidak ada Polisi di negara ini.

Begitu terhormatnya, eksisnya dan utamanya peran dan fungsi para penegak hukum ini, namun ironisnya masih kentara institusi dan badan ini masih dan sedang diisi oleh orang orang yang belum berkarakter dan diharapkan oleh rakyat.

Hukum seakan diseronohkan, dilecehkan dan diabaikan fondamentalitasnya oleh para oknum pelaksana, dan lebih dominan, nurut kebijakan dan kemauan penguasa.

Ini indikasi rapuhnya penegakan hukum di negeri ini, sehingga rentan dengan peradilan jalanan, yang mendambakan Hukum Tertinggi adalah Keselamatan Rakyat. Lantas rakyat yang mana ?

Bukan hanya rakyat cebong, bukan pula hanya rakyat kampret, tapi rakyat yang nalar, berakal sehat dan yang peduli terhadap persatuan, kesatuan, kedamaian dan keselamatan Indonesia.

Maka sudahi dan hentikan, sifat dan cara cara para oknum penegak hukum yang bekerja berdasarkan kehendak Pemerintah yang kurang profesional dan tidak berkarakter pemimpin rakyat dan bangsa, bahkan cenderung berpihak dan ngawulo waduk (asal perut kenyang) terhadap penguasa zalim.

Kembalilah pada jati diri, yang lebih mengutamakan kepentingan rakyat, daripada kepentingan segelintir orang bodoh.

Mengingat begitu terjalnya dan begitu curamnya liku liku hukum di negeri ini, marilah kita saling mengingatkan, ajak kebaikan dan cegah serta tumpas keburukan apapun bentuknya dan dimanapun berada.

(Bandung, Senin 29 Maret 2021, Sugengwaras)

Redaktur: Abdul Halim

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos