728 x 90

Munarman Tuding Rezim Zalim Fitnah FPI Sebagai Organisasi Teroris

Munarman Tuding Rezim Zalim Fitnah FPI Sebagai Organisasi Teroris

Jakarta – Djakartatoday.com Pasca peledakan bom di sebuah gereja Makasar, yg diduga pelakunya teroris yg sebelumnya telah mengalami “pencucian otak” oleh pihak pihak tertentu guna menyudutkan umat Islam, ternyata digunakan oleh Rezim Zalim untuk menfitnah FPI sebagai organisasi teroris. Padahal secara resmi FPI telah dibubarkan oleh Rezim Zalim yg juga sebelumnya telah mengalami fitnah keji.

Jakarta – Djakartatoday.com

Pasca peledakan bom di sebuah gereja Makasar, yg diduga pelakunya teroris yg sebelumnya telah mengalami “pencucian otak” oleh pihak pihak tertentu guna menyudutkan umat Islam, ternyata digunakan oleh Rezim Zalim untuk menfitnah FPI sebagai organisasi teroris. Padahal secara resmi FPI telah dibubarkan oleh Rezim Zalim yg juga sebelumnya telah mengalami fitnah keji.

Apalagi setelah Polisi menggerebek simpatisan FPI di Condet, Jakarta Timur yg juga difitnah sebagai teroris. Padahal selama ini FPI dikenal sebagai ormas Amar Makruf Nahi Munkar serta Pancasilais dan anti terorisme.

Maka tidaklah mengherankan jika Pengacara kawakan yang juga mantan Ketua LBG dan Sekretaris Front Pembelas Islam (FPI), Munarman SH, menduga ada pihak yang sengaja melakukan ‘framing’ dengan mengaitkan penangkapan terduga teroris di Condet, Jaktim, dengan FPI.

‘Framing’ tersebut, menurut Munarman, bertujuan untuk melabelisasi dirinya dan juga organisasi yang didirikan Habib Rizieq Syihab itu sebagai teroris.

“Ini ada operasi media besar-besaran dan sistematis, untuk penggalangan opini publik dalam rangka memframing, menstigma, dan melabelisasi saya mau pun FPI agar diteroriskan,” ujar Munarman dalam video yang beredar, Selasa, 30 Maret 2021.

Munarman menuding tujuan dari framing tersebut agar segala tindak pembunuhan terhadap anggota FPI diwajarkan oleh masyarakat.

“Supaya kalau nanti saya mati ditembak di jalan, digerebek, orang bakal bilang “ya udah lah, dia teroris juga, ga apa-apa”. Itu aja tujuan operasi media ini,” kata kuasa hukum Habib Rizieq Syihab itu.

Diketahui, dalam pers release di Mapolda Metro Jaya, penyidik membeberkan beberapa barang bukti penangkapan terduga teroris Condet dan Bekasi. Di jejeran barang bukti itu terlihat beberapa bilah pedang serta buku dan atribut FPI. Salah satu buku yang dihadirkan sebagai barang bukti dalam itu berjudul “FPI Amar Ma’ruf Nahi Munkar”.

Selain itu, selembar baju bewarna hijau dan putih dengan tulisan Laskar Pembela Islam juga turut dihadirkan. Selain itu juga ada dua buah kartu tanda identitas keikutsertaan di organisasi FPI dengan nama pemilik Husein Hasny. Beberapa keping VCD hingga poster Habib Rizieq Syihab juga disita sebagai barang bukti oleh polisi.

Sumber: Suaraislam.id

Redaktur: Abdul Halim

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos