728 x 90

The Big Power Bertekad Jegal Anies Menuju Istana

The Big Power Bertekad Jegal Anies Menuju Istana

Oleh : Tarmidzi Yusuf  (Pegiat Dakwah dan Sosial) Banyak pengamat politik berpendapat Anies Rasyid Baswedan (ARAB) bakal kehilangan panggung politik pasca berakhirnya masa tugas Gubernur DKI pada Oktober 2022 nanti. Sebagai Gubernur rasa Presiden, bukan hanya Anies yang akan berakhir masa jabatannya pada 2022. Total ada 24 Gubernur yang akan berakhir tahun 2022 dan 2023.

Oleh :

Tarmidzi Yusuf 

(Pegiat Dakwah dan Sosial)

Banyak pengamat politik berpendapat Anies Rasyid Baswedan (ARAB) bakal kehilangan panggung politik pasca berakhirnya masa tugas Gubernur DKI pada Oktober 2022 nanti.

Sebagai Gubernur rasa Presiden, bukan hanya Anies yang akan berakhir masa jabatannya pada 2022. Total ada 24 Gubernur yang akan berakhir tahun 2022 dan 2023. Termasuk dua Gubernur populer lainnya, yakni Gubernur Jawa Barat Kang Ridwan Kamil dan Gubernur Jawa Tengah Mas Ganjar Pranowo yg akan mengakhiri masa jabatannya pada 2023. Sementara Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa berakhir awal 2024. Dari sinilah posisi Menteri Dalam Negeri Tito Karnafian jadi sangat strategis.

Menurut UU No 10 tahun 2016 Pasal 201 ayat 8 disebutkan “Pemungutan suara serentak nasional dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dilaksanakan pada bulan November 2024.”

Dengan demikian, Pilkada tahun 2022 dan 2023 ditiadakan termasuk Pemilihan Gubernur DKI Jakarta. Seandainya UU No 10/2016 tidak diubah, DKI Jakarta selama dua tahun akan dipimpin oleh seorang Pejabat Gubernur yg ditunjuk Mendagri.

Sosok Anies memang membuat ketar ketir pemilik modal dan elit politik tertentu yang selama ini kepentingannya “dihabisi” Anies, seperti Proyek Reklamasi Pantai Jakarta.

Pertarungan politik Anies  versus para pemilik modal dan elit politik tertentu, yang sering disebut “The Big Power” diuji melalui batalnya RUU Pemilu dan RUU Pilkada serentak yg dibahas oleh DPR tahun 2020 lalu. The Big Power selama ini dinilai gagal menjatuhkan Anies dengan berbagai “serangan mematikan”.

Saya kira Anies tetap akan punya panggung politik setelah purna tugas sebagai Gubernur DKI. Justru Anies lebih leluasa melakukan konsolidasi nasional memperkuat dukungan rakyat dengan berkeliling ke seluruh Indonesia.

Apalagi jika event Formula E jadi digelar pada Juni 2022. Tentu saja akan melambungkan nama Anies, tidak saja pada tingkat nasional tetapi juga internasional. Inilah kegelisahan mereka yang membuatnya tidak bisa tidur nyenyak.

Bandung, 16 Shafar 1443/23 September 2021

Sumber: 

Portal-Islam.Id

(Redaktur: Abdul Halim)

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos