728 x 90

SIAPAPUN ORANGNYA, HADAPI SAYA !

SIAPAPUN ORANGNYA, HADAPI SAYA !

Oleh: Kolonel TNI (Purn) Sugengwaras Ini bukan takabur, bukan sombong, bukan menantang, bukan sinyal provokator, tapi harus dibalik, ditanggapi positif dan dijadikan pintu kemuliaan seiring ibadah bulan suci Ramadhan yang menganugerahkan kesempatan baik untuk beribadah, bertobat, beramal, mensucikan diri lahir bathin, untuk kemuliaan diri, lingkungan, bangsa dan negara ! Jauhkan diri dari perasaan akan dijamin

Oleh:

Kolonel TNI (Purn) Sugengwaras

Ini bukan takabur, bukan sombong, bukan menantang, bukan sinyal provokator, tapi harus dibalik, ditanggapi positif dan dijadikan pintu kemuliaan seiring ibadah bulan suci Ramadhan yang menganugerahkan kesempatan baik untuk beribadah, bertobat, beramal, mensucikan diri lahir bathin, untuk kemuliaan diri, lingkungan, bangsa dan negara !

Jauhkan diri dari perasaan akan dijamin masuk surga karena berpredikat sebagai ulama atau tokoh agama dan tinggalkan perasaan pasti bisa, pasti benar dan pasti menang karena anda berpredikat sebagai penguasa yang berwenang.

Sesungguhnya hanya karena ridho Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, yang hakiki, disertai kejujuran, kebenaran, keadilan, keberanian dan tanggung, jawab yang akan memenangkan segalanya apapun profesi dan jabatan anda.

Saya hanya ingin mengingatkan dan mengajak kepada siapapun yang berkuasa dan berwenang di negeri ini, bahwa sesungguhnya kemenangan kemenangan kecil yang anda capai dan peroleh saat ini, hanyalah merupakan simpanan atau tabungan masa masa selanjutnya yang membuat anda jatuh tersungkur serendah-rendahnya.

Lihatlah, banyaknya masalah di negeri ini, yang berangkat dari distorsi dan disorentasi, yang dikemas dan ditutup tutupi dengan kebohongan, kebencian, , fitnah, dendam dan iri hati oleh dan dari pihak manapun, menjadi seakan syah syah saja ketika semua sudah dikuasai kepentingan, sehingga menjadikan sulit untuk mengidentifikasi hitam putih.

Jika kita sadar dan paham, meski banyak hal hal yang baik dan positif, betapa tidak eloknya beberapa kebijakan yang diambil oleh penguasa atau rezim saat ini.

Contoh konkrit adalah tindakan hukum terhadap kerumunan Habib Rizieq Syihab (HRS) dan kematian 6 laskar pengawal HRS.

Sekali lagi saya ingatkan, jangan lantas merespon dengan cepat dan gigih, bahwa seakan saya hanya sebatas membela sepihak secara sempit dan membabi buta. Tidak dan bukan itu !

Saya hanya ingin mengatakan, bahwa niat dan tekad saya terhadap siapapun dan pihak manapun, untuk membela dan menegakkan kejujuran, kebenaran dan keadilan dinegeri ini, berlandaskan hukum, guna kebaikan dan kepentingan kita bersama.

Berpikirlah jernih, logis, integral, pragmatis dan seimbang. Mana yang perlu diprioritaskan antara dua peristiwa itu.

Apakah harus terpisah ? Ataukah tidak menutup kemungkinan bisa bersamaan, karena cukup banyak para pakar dan praktisi hukum dinegeri ini, meskipun barangkali tidak banyak yang konsisten dan konsekuen terhadap dokrin, landasan dan sumpah hukum.

Padahal ini persoalan bangsa, yang jelas jelas mencerminkan ketidak adilan kemanusiaan, bahkan bisa jadi ada indikasi perskongkelan dan perselingkuhan hukum.

Saya menilai dan merasakan apa yang selama ini ditangani oleh Polri dan Komnasham RI, belum menunjukkan kebenaran, keadilan dan transparansi, baik dari prosedur, mekanisme, pelibatan, materi maupun waktu.

Adakah niat dan langkah langkah oknum penegak hukum yang sengaja membuat pengelabuhan, pengalihan, pengaburan dan penyimpangan masalah fundamental ?

Konkritnya, penegak hukum harus berani memodivikasi, mengkombinasi dan mensinergikan peristiwa kerumunan HRS dan terbunuhnya 6 laskar FPI pengawal HRS.

Peristiwa kerumunan HRS tidak bisa diabaikan dengan peristiwa kerumunan kerumunan kegiatan Presiden Jokowi, Gibran dan kerumunan lainnya.

Presiden, siapapun dan darimanapun asal dan golonganya, adalah sama artinya didepan hukum.

Tidak mengedepankan KEISTIMEWAAN, tapi lebih utama mengedepan KEADILAN dalam diskresi hukum !

Oleh karenanya, demi hukum, demi martabat NKRI, saya menghimbau kepada para penegak hukum, marilah kita kembali kepada makna hakiki hukum.

Mau dan beranilah menghadapi siapapun dalam menegakkan hukum ini.

Meskipun, saya bukan apa apa dan bukan siapa siapa, saya tidak akan surut menjadi bagian dari penegakan hukum di negeri ini.

Apa yang pernah saya ungkapkan, baik yang tertulis maupun lisan, meskipun tidak digubris, namun baru 50 persen yang tertuang, sedangkan 50 persen lainya baru saya ungkap dipersidangan jika diberikan peluang oleh pihak yang memerlukan, yang insya Allah akan mampu membongkar kebobrokan dan kebohongan penegak hukum selama ini, yang bisa mengarah telah terjadi pelanggaran HAM Berat oleh pihak tertentu.

Insya’ Allah, saya akan bisa menunjukkan kebenaran yang sesungguhnya terhadap rakyat Indonesia…..Aamiin 3x… Yaa Robbal Aalamiin….🙏🤲

( Bandung, 17 April 2021, Sugengwaras ) 🇮🇩

Redaktur: Abdul Halim

1 comment
Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

1 Comment

  • Bambang Budi Prasetyo
    April 17, 2021, 9:43 pm

    Seharusnya hukum tidak padang bulu / tebang pilih.
    Semoga hukum di NKRI segera berubah sesuai dengan Undang undang yang berlaku di Negara yang kita cintai bersama.
    Aparat penegak hukum wajib melaksanakan dengan sebaik-baiknya
    dan sejujur jujurnya
    Insya Alloh NKRI akan jaya dan Kemakmuran Bangsa Indonesia akan segera terwujud….. Aamiin …. YRA…

    REPLY

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos