728 x 90

Indonesia Sedang Menuju Proses De-Republikasi ?

Indonesia Sedang Menuju Proses De-Republikasi ?

Oleh: Daniel Mohammad Rosyid (Guru Besar ITS Surabaya) Sejak reformasi, pondasi Republik ini diobrak-abrik oleh MPR hasil Pemilu 1999 yang secara ugal-ugalan mengamandemen UUD1945 menjadi UUD2002. Alih-alih terjadi reformasi, seperti dikatakan Prof. Sri Edi Swasono, yang terjadi kemudian justru deformasi besar-besaran kehidupan berbangsa dan bernegara. Republik sebagai rumah bersama bangsa ini kini ndhoyong nyaris ambruk

Oleh:

Daniel Mohammad Rosyid

(Guru Besar ITS Surabaya)

Sejak reformasi, pondasi Republik ini diobrak-abrik oleh MPR hasil Pemilu 1999 yang secara ugal-ugalan mengamandemen UUD1945 menjadi UUD2002. Alih-alih terjadi reformasi, seperti dikatakan Prof. Sri Edi Swasono, yang terjadi kemudian justru deformasi besar-besaran kehidupan berbangsa dan bernegara. Republik sebagai rumah bersama bangsa ini kini ndhoyong nyaris ambruk menjadi semacam imperium Romawi di bawah Kaisar Nero.

UUD1945 -yang percaya pada Republik- sebagai dokumen hasil kompromi para pendiri bangsa tentu tidak sempurna. Tapi sebagai kesepakatan para pendiri Republik, tidak mungkin kita saat ini menemukan platform reformasi selain UUD1945 versi 18/8/1945 yang diberlakukan kembali melalui Dekrit Presiden Soekarno 5/7/1959. Artinya, deformasi akibat amandemen ini hanya bisa dikoreksi melalui pemberlakuan kembali UUD1945, lalu -untuk beradaptasi dengan dinamika mutakhir- segera diikuti oleh amandemen melalui addendum, tanpa mengubah UUD1945 asli.

Namun kerusakan serius sudah terjadi. Ironinya, para elite politik beserta kroni-kroninya ini telah menikmati deformasi ini. Kini terbukti bahwa perubahan rancangan rumah Republik hasil amandemen itu, telah menjadi pintu masuk bagi malpraktek administrasi publik secara terstruktur, sistemik dan masif. Dengan memonopoli politik dan ekonomi, oligarki parpol dan korporasi telah melakukan penjongosan ekonomi dan politik secara besar-besaran atas publik wong cilik. Pemilu _one-man one-vote_ menjadi instrumen perampokan hak politik rakyat pemilih. Undang-Undang dan regulasi turunannya, serta tafsirnya dibuat untuk melayani kepentingan oligariki parpol dan para taipan, bukan kepentingan publik pemilih. Korupsi memburuk, demokrasi melalui pemilu langsung justru makin memilukan.

Pukulan terakhir atas Republik ini adalah pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi melalui revisi UU KPK 2019. Melalui Mahkamah Konstitusi yang patut diduga dirundung sontoloyoitis, KPK justru makin dilemahkan. Upaya Judicial Review oleh mantan Ketua KPK Agus Rahardjo dkk atas UU KPK 2019 kemarin ditolak sama sekali oleh 8 hakim MK. Hanya satu yang memiliki dissenting opinion. KPK kini hampir pasti menjadi Komisi Pelestarian Korupsi yang dipelihara oleh elite oligarki untuk kepentingan pencitraan anti-korupsi, sekaligus diperalat untuk jual-beli kepentingan politik.

Republik ini didirikan semula untuk melindungi segenap tumpah darah dan bangsa ini, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut membangun ketertiban dunia. Untuk mengemban misi mulia itu, bangsa ini harus merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Korupsi dan berbagai malpraktek administrasi publik itu justru mendegradasi kemerdekaan, mengancam persatuan, memperdalam ketergantungan pada asing, dan memperparah ketidakadilan dan ketimpangan sosial. Reformasi kini terbukti sebagai proses derepublikasi.

Republik ini diwariskan oleh para ulama lurus bersama para pendiri bangsa negarawan lainnya demi sebuah cita-cita luhur. Jika semua upaya legal-formal untuk menyelamatkan Repubik kandas di MA dan MK hasil reformasi, dan KPK makin menyimpang dari misi suci awalnya, maka diperlukan upaya terobosan ekstra legal-formal untuk menyelamatkan Republik. Seperti belajar tidak harus bersekolah, berpolitik tidak harus berparpol, hemat saya kita perlu mempertimbangkan kembali sikap non-kooperatif HOS Tjokroaminoto -guru Bung Karno dkk-100 tahun silam untuk membangun kembali Republik ini.

Malang, 5/5/2021

Redaktur: Abdul Halim

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos