728 x 90

Mengherankan, Test KPK Mirip KUA !

Mengherankan, Test KPK Mirip KUA !

Anggota Dewan Pakar ICMI Pusat, KH Dr Anton Tabah Digdoyo merasa heran, mengapa test pegawai KPK agar bisa menjadi ASN, kok mirip test masuk menjadi pegawai KUA. Adapun salah satu materinya adalah Sholat Subuh pakai doa qunut atau tidak. Sedangkan yg lebih menghebohkan lagi adalah Penyidik Senior KPK yg cukup profesional, Novel Baswedan tidak lolos

Anggota Dewan Pakar ICMI Pusat, KH Dr Anton Tabah Digdoyo merasa heran, mengapa test pegawai KPK agar bisa menjadi ASN, kok mirip test masuk menjadi pegawai KUA. Adapun salah satu materinya adalah Sholat Subuh pakai doa qunut atau tidak.

Sedangkan yg lebih menghebohkan lagi adalah Penyidik Senior KPK yg cukup profesional, Novel Baswedan tidak lolos seleksi bersama 76 pegawai KPK yg mempunyai integritas dlm pemberantasan korupsi.

Untuk itu Djakartatoday.com, Kamis (6/5) meminta tanggapan Irjen Pol Purn Anton Tabah Digdoyo seputar tidak lolosnya Novel Baswedan sehingga otomatis nantinya tokoh anti korupsi itu terdepak dari KPK yg sekarang dipimpin Irjen Pol Firli Bahuri.

Ya memang aneh test KPK kok nanyakan soal doa qunut segala. Ini test KPK atau test KUA ? Aneh pula jika Novel Baswedan tak lolos tes KPK. Artinya. lembaga ini benar benar dirusak oleh rezim dan dikendalikan para koruptor.

Contoh mudah saja. Apa kaitanya Sholat pakai dia qunut dan tidak dg KPK ? Juga tentang Novel Baswedan itu alumni Akpol era pak Harto yang sudah dijamin nasionalismenya.

“Sekarang kok tiba-tiba muncul tes Kebangsaan di KPK, dan beredar kabar Novel tidak lolos. Ini jelas alasan yang dicari-cari seperti tudingan adanya Taliban, ISIS radikal dan sebagainya,”

Akhirnya rakyat tau ini hanya upaya rezim menyingkirkan para penyidik KPK yang mempunyai integritas.

“Penyidik KPK akan dituding radikal, tidak mempunyai rasa kebangsaan dan sebagainya. Padaahal tujuannya menyingkirkan para penyidik yang selama ini gagah berani melawan koruptor,”

Memang era Jokowi sekarang sangat Kuat upaya pelemahan KPK. Beredar berita sebagai balas budi terhadap Cukong dan Taipan yang mendukung Pilpres 2019.

KPK sudah lemah lunglai sejak UU nya direvisi. Sehingga KPK jadi lembaga penegak hukum biasa tidak lex specialis lagi.

Efeknya kita lihat, saja kini NKRI jadi negara terkorup dan paling nepotis seluruh dunia (R)

Redaktur: Abdul Halim

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos