728 x 90

PADA ERA REZIM JOKOWI, BANYAK KASUS PENISTAAN AGAMA ISLAM SENGAJA DIBIARKAN TIDAK DIPROSES HUKUM

PADA ERA REZIM JOKOWI, BANYAK KASUS PENISTAAN AGAMA ISLAM SENGAJA DIBIARKAN TIDAK DIPROSES HUKUM

Jakarta – Djakartatoday.com Adalah Irjen (Pol) Napoleon Bonaparte yg membuat semua orang tercengang, dengan menghajar penista agama Islam, si Kece sampai babak belur, bahkan melumuri wajahnya dengan kotoran manusia di sel tahanan Bareskrim Mabes Polri. Sang Jenderal Polisi itu tegas menyatakan ia murka karena si Kece menghina Allah SWT, Nabi Muhammad SAW dan Agama Islam.

Jakarta – Djakartatoday.com

Adalah Irjen (Pol) Napoleon Bonaparte yg membuat semua orang tercengang, dengan menghajar penista agama Islam, si Kece sampai babak belur, bahkan melumuri wajahnya dengan kotoran manusia di sel tahanan Bareskrim Mabes Polri.

Sang Jenderal Polisi itu tegas menyatakan ia murka karena si Kece menghina Allah SWT, Nabi Muhammad SAW dan Agama Islam. Sang Jenderal menyatakan bertanggung jawab atas tindakannya tersebut.

Untuk itu Abdul Halim dari djakartatoday.com  meminta komentar pada mantan pejabat tinggi Mabes Polri, Irjen Pol Purn Anton Tabah Digdoyo, Selasa (21/9) :

Memang pada era Rezim Jokowi, banyak kasus Penistaan terhadap Agama Islam banyak yang dibiarkan tidak diproses secara hukum.

Menurut anggota Dewan Pakar Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Pusat itu, dirinya heran dg maraknya kasus Penistaan Agama yang terjadi pada era Rezim Jokowi ini. 

Seperti kasus Ade Armando, Abu Janda, Denny Siregar, Jozeph Paul Zhang dan lain lain, sedangkan yg terbaru kasus si Kece. Jadi  sepertinya ada  pembiaran dari rezim Jokowi. Hal ini kondisinya mirip tahun 1960-an ketika PKI lagi berkuasa dengan Nasakomnya.

“Di Indonesia sendiri,  UU Penistaan Agama sangat keras, dg ancaman pidana  5 tahun penjara bagi pelakunya. Karena berpotensi menimbulkan konflik sosial yang luas dan termasuk Crime Indeks, dimana derajat keresahan sosialnya sangat tinggi,” ujar Anton Tabah.

Dikatakannya, 

KUHP pasal 156a yg diperkuat SE MA, dimana hakim yg menyidangkan kasus Penodaa Agama harus memvonis dengan hukuman maksimal.

Menurut Anton,  ini juga yang dikagumi Dunia, kenapa umat Islam murka jika agamanya dihina.  

Dikatakannya, Ini sudah perintah dari Allah SWT. “Apakah kalian diam jika Allah, Al-Qur’an atau Nabimu dihina ? Sungguh kaiian telah kafir setelah beriman.”

(Surat At-Taubah ayat 65- 66). 

Mantan pengurus MUI Pusat itu mengingatkan sejarah, ketika PKI berkuasa di zaman Orde Lama, maka kasus Penodaan Agama Islam meningkat dengan tajam.

Mantan Jenderal Polisi itu lantas menyoroti kerjasama antara Indonesia dengan China Komunis.  Ia nilai setiap kersama dg China Kominis, bangsa Indonesia justru selalu merugi.

“Saya heran, meski selalu merugi, namun Jokowi tetap menjalin kerjasama dg China Komunis yg tak 1pernah dilakukan sejak era Presiden Presiden sebelumnya,” ungkap Anton.

Seharusnya dengan belajar dari pengalaman tersebut, maka Indonesia jangan membuka kerjasama dengan negara-negara Komunis termasuk China. Seharusnya cukup menjalin hubungan diplomatik saja. Taati KUHP Pasal 107e.

(Redaktur: Abdul Halim)

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos