728 x 90

MENGAPA ISIS-KHUROSAN MENYERANG MASJID SYIAH DI AFGHANISTAN ?

MENGAPA ISIS-KHUROSAN MENYERANG MASJID SYIAH DI AFGHANISTAN ?

Oleh:  Dr Sudarnoto Abdul Hakim MA (Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional) Sejumlah aksi serangan dan bom bunuh diri pasca penarikan pasukan AS Agustus lalu terjadi di beberapa tempat dan sejumlah Masjid Syiah. Serangan brutal yang dilakukan oleh ISIS-Khurasan ini menelan korban ratusan jiwa warga minoritas Syiah dan bahkan termasuk kelompok Taliban.

Oleh: 

Dr Sudarnoto Abdul Hakim MA

(Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional)

Sejumlah aksi serangan dan bom bunuh diri pasca penarikan pasukan AS Agustus lalu terjadi di beberapa tempat dan sejumlah Masjid Syiah. Serangan brutal yang dilakukan oleh ISIS-Khurasan ini menelan korban ratusan jiwa warga minoritas Syiah dan bahkan termasuk kelompok Taliban. Terkait dengan itu, ada beberapa hal yang perlu saya sampaikan:

Pertama, serangan ini adalah sebuah kejahatan yang dilakukan oleh kelompok ekstrimis-teroris yaitu ISIS-K. Serangan ini  merupakan bagian dari perjuangan ideologi-politik ISIS yang ingin meluaskan Khilafah global termasuk di Afghanistan. ISIS sejak awal berharap Afghanistan merupakan bagian dari Kekhilafahan ini, akan tetap Thaliban menolak. Karena itu, ISIS dan Thaliban sebenarnya memang berseberangan/bermusuhan. Bagi ISIS yang berbasis di Khurasan, berbagai serangan dan bom bunuh diri kepada siapa saja yang tidak sejalan dengan mereka, apalagi Syiah, haruslah dilakukan. ISIS-K telah merusak makna Jihad menjadi serangan, terror dan pembunuhan. Karena itu, ISIS adalah gerakan kejahatan dengan basis ideologi jahat dengan menggunakan dan mengeksploitasi keagungan Islam.

Menyerang tempat ibadah dan siapa saja yang sedang melakukan ibadah selain menghancurkan hak-hak beragama umat Islam, juga merusak hak-hak hidup manusia. Ini adalah sebuah pelanggaran dan kejahatan berat terhadap Hak Asasi Manusia. Tidak berlebihan untuk dikatakan bahwa kelompok ISIS ini adalah uncivilized people dan musuh kemanusiaan universal. Dalam perspektif hukum Islam, Hifdhun Nafs (menjaga jiwa dan hidup manusia) dan Hifdhud Din (menjaga agama) merupakan prinsip penting yang harus ditegakkan oleh umat Islam sehingga tercipta keteraturan dan kemaslahatan hidup. Dua prinsip ajaran Islam ini tentu sejalan dengan prinsip-prinsip HAM dan sekarang dirusak antara lain oleh ISIS.

Kedua, secara politik, serangan-serangan ISIS tentu saja juga dimaksudkan untuk mengganggu stabilitas Afghanistan yang saat ini sedang melakukan konsolidasi membentuk 

pemerintahan bersama atau pemerintahan inklusif. 

Kemenangan Thaliban sebenarnya diharapkan bisa menjadi pintu politik penting membangun sebuah era baru Afghanistan di mana HAM bisa tegak, keamanan tercipta, pembangunan ekonomi berjalan sehingga kesejahteraan dan keadilan tercipta serta kepercayaan internasional terbangun kuat. Ini agenda mendasar dan tentu berat dan Thaliban baru saja memulai. ISIS sangat berkepentingan untuk mengacaukan dan merusak agenda tersebut dengan cara menciptakan terror sehingga tercipta satu suasana dimana mereka akan memperoleh ruang yang lebih lebar untuk menguasai Afghanistan. 

Bisa saja, apa yang dilakukan oleh ISIS ini juga didukung oleh kekuatan eksternal. Karena itu, Thaliban saat ini memang harus meningkatkan kewaspadaan paling tidak terhadap dua hal. 

Pertama, terhadap serangan-serangan ISIS agar warga benar-benar terlindungi. 

Kedua, terhadap kemungkinan celah intervensi atau skenario luar untuk memperkeruh situasi Afghanistan.

Redaktur: Abdul Halim

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos