728 x 90

BAZNAS Berdayakan 53 Warung Makan di Jawa Barat pada Masa Pandemi

BAZNAS Berdayakan 53 Warung Makan di Jawa Barat pada Masa Pandemi

Bandung – Djakartatoday.com Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersinergi dengan BAZNAS Provinsi Jawa Barat memberdayakan pelaku usaha mikro yang bergerak di sektor kuliner dalam program Dapur Kuliner Nusantara (DKN). Pada program DKN ini warung makan yang terdampak pandemi dilibatkan untuk memproduksi paket makanan yang nantinya akan didistribusikan kepada penerima manfaat yang membutuhkan. Pada Kamis

Bandung – Djakartatoday.com

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersinergi dengan BAZNAS Provinsi Jawa Barat memberdayakan pelaku usaha mikro yang bergerak di sektor kuliner dalam program Dapur Kuliner Nusantara (DKN). Pada program DKN ini warung makan yang terdampak pandemi dilibatkan untuk memproduksi paket makanan yang nantinya akan didistribusikan kepada penerima manfaat yang membutuhkan.

Pada Kamis (18/11) lalu dilakukan pendistribusian  atribut dan kemasan hidangan kepada BAZNAS Kabupaten Subang, BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya dan BAZNAS Kabupaten Cirebon, yang nantinya akan disalurkan kepada mitra produksi di wilayah masing-masing.

Sebanyak 53 warung makan yang tersebar di tiga wilayah itu akan dilibatkan sebagai mitra produksi 10.500 paket makanan untuk didistribusikan ke masing-masing titik salur. Harapannya dengan pelibatan pelaku usaha mikro dalam program ini, dapat menguatkan kondisi usaha mitra mustahik di tengah surutnya penjualan di kala pandemi melalui peningkatan jumlah omzet.

Dapur Kuliner Nusantara (DKN) merupakan program pendayagunaan BAZNAS untuk penguatan para pelaku usaha mikro yang bergerak di sektor makanan/kuliner melalui stimulus pembelian paket makanan dalam jumlah tertentu. Nantinya didistribusikan kepada para terdampak COVID-19, baik personal maupun kelompok atau lembaga. Distribusi paket makanan dilakukan kepada masyarakat terdampak COVID-19, antara lain pasien isoman, tenaga kesehatan (nakes), masyarakat rentan, para santri pondok pesantren, dan masyarakat lainnya yang terdampak.

Seluruh rangkaian proses pelaksanaan dilakukan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan seperti penggunaan masker dan tidak menimbulkan kerumunan, selain itu tenaga-tenaga yang dilibatkan mulai dari mitra produksi, relawan CFW, dan seluruh tim yang bertugas juga memenuhi asesmen kesehatan sebelum menjalankan kegiatan program. 

Redaktur: Abdul Halim

Penulis
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos